Djarot : Jakarta Masih Butuh APTB

Rabu, 13 Mei 2015 | 11:48 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Seorang calon penumpang hendak naik bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) di halte Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/1).
Seorang calon penumpang hendak naik bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) di halte Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/1). (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan Kota Jakarta masih membutuhkan keberadaan bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Karena itu, dia mengharapkan keenam operator bus APTB dan Organda DKI bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI segera mendapatkan titik temu untuk mengintegrasikan operasional bus APTB.

"Jakarta tetap butuh APTB. Tetapi Pemprov DKI menginginkan satu sistem dalam jaringan transportasi di Jakarta," kata Djarot seusai membuka acara Sosialisasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Permasalahan yang timbul antara operator dan Dishubtrans menurut Djrot harus segera diselesaikan. Operator bus APTB dan Organda DKI juga  harus terus diberikan pemahaman bahwa Pemprov DKI menerapkan satu sistem jaringan transportasi yang terintegrasi. Artinya, setiap jaringan transportasi di Jakarta baik itu kereta api, angkutan umum, APTB, Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB), Mass Rapid Transit (MRT) maupun Light Rail Transit (LRT) harus terintegrasi satu sama lain.

"Semua jaringan transportasi di Jakarta harus mengikuti sistem kita. Namanya juga terintegrasi, jangan hanya terintegrasi jalurnya saja, tetapi juga harus terintegrasi sistemnya. Harus ketemu lah semua pihak. Dishubtrans harus berikan pemahaman itu kepada operator bus dan Organda DKI," ujar Djarot.

Pemprov DKI tetap memberikan kesempatan operator bus APTB mengoperasikan armadanya hingga ada pembahasan final. Karena setiap hari ada sekitar 30.000 penumpang yang diangkut 187 bus APTB di beberapa daerah mitra Kota Jakarta.

Keenam operator APTB itu yakni Perusahaan Otobus Bianglala Metropolitan, PO Mayasari Bhakti, PO Sinar Jaya, Hiba Utama, Agramas, dan Perusahaan Pengangkutan Djakarta diharapkan dapat mengikuti sistem yang diterapkan Pemprov DKI.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon