Lulusan Harvard
Koshi, Walikota Perempuan Termuda di Jepang
Senin, 23 Januari 2012 | 17:20 WIB
Pertama kali terjadi di Jepang, walikota dan gubernur dipimpin oleh perempuan
Seorang perempuan berusia 36 tahun terpilih menjadi walikota termuda di Jepang, negara yang didominasi politisi lelaki tua.
Wali kota termuda itu adalah Naomi Koshi, lulusan sekolah hukum Harvard, Amerika Serikat. Dia berhasil menduduki jabatan walikota Otsu, ibu kota prefektur Shiga, setelah berhasil mengalahkan calon petahanan, seorang laki-laki yang usianya dua kali lipat Koshi.
Gubernur Prefektur Shiga juga seorang perempuan. Dengan demikian, ini kali pertama terjadi di Jepang, dua jabatan penting dipimpin oleh perempuan dalam satu wilayah.
Naomi Koshi, yang didukung Partai Perdana Menteri Jepang Yoshisiko Noda, dari Partai Demokrat beraliran kiri tengah, mengalahkan Makoto Mekata (70).
"Saya ingin bekerja untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak dan pelayanan lainnya," ujar Naomi Koshi kepada pendukungnya seperti dikutip harian Mainichi Shimbun.
Hanya sedikit perempuan yang menjadi pemimpin bisnis dan politik di Jepang. Laporan pemerintah menyebutkan hanya ada sekitar 11 persen anggota parlemen rendah nasional dan hanya satu persen perempuan yang menjadi pemimpin perusahaan.
Sedikitnya perempuan yang menjadi pejabat senior sering dituding karena negara relatif lemah dalam penyediaan tempat penitipan anak.
Kondisi itu memberikan berkontribusi terhadap penurunan kelahiran di Jepang, karena perempuan-perempuan lebih memilih mengejar karir mereka daripada memiliki keluarga.
Seorang perempuan berusia 36 tahun terpilih menjadi walikota termuda di Jepang, negara yang didominasi politisi lelaki tua.
Wali kota termuda itu adalah Naomi Koshi, lulusan sekolah hukum Harvard, Amerika Serikat. Dia berhasil menduduki jabatan walikota Otsu, ibu kota prefektur Shiga, setelah berhasil mengalahkan calon petahanan, seorang laki-laki yang usianya dua kali lipat Koshi.
Gubernur Prefektur Shiga juga seorang perempuan. Dengan demikian, ini kali pertama terjadi di Jepang, dua jabatan penting dipimpin oleh perempuan dalam satu wilayah.
Naomi Koshi, yang didukung Partai Perdana Menteri Jepang Yoshisiko Noda, dari Partai Demokrat beraliran kiri tengah, mengalahkan Makoto Mekata (70).
"Saya ingin bekerja untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak dan pelayanan lainnya," ujar Naomi Koshi kepada pendukungnya seperti dikutip harian Mainichi Shimbun.
Hanya sedikit perempuan yang menjadi pemimpin bisnis dan politik di Jepang. Laporan pemerintah menyebutkan hanya ada sekitar 11 persen anggota parlemen rendah nasional dan hanya satu persen perempuan yang menjadi pemimpin perusahaan.
Sedikitnya perempuan yang menjadi pejabat senior sering dituding karena negara relatif lemah dalam penyediaan tempat penitipan anak.
Kondisi itu memberikan berkontribusi terhadap penurunan kelahiran di Jepang, karena perempuan-perempuan lebih memilih mengejar karir mereka daripada memiliki keluarga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




