Cerita di Balik Megahnya Gapura Purwakarta
Selasa, 19 Mei 2015 | 08:19 WIB
Jakarta - Kota Purwakarta, Jawa Barat memiliki sebuah gapura megah yang bernama Gapura Indung Karahayuan. Gapura itu kini sudah menjadi simbol kota yang terkenal akan waduknya tersebut.
Pemerhati Budaya Sunda, Farid Farhan, menuturkan, banyak makna gapura yang terkandung dibalik pembuatannya. Kata gapura sendiri diambil dari kata gafur dalam bahasa Arab yang artinya ampunan.
"Gerbang adalah pintu interaksi dengan dunia luar. Ini adalah simbol inklusifitas dan keterbukaan memberi maaf. Dengan Gapura, Purwakarta menawarkan keterbukaan dan keramahan pada dunia," kata Farid, Senin (18/5).
Sedangkan, pada makna Indung Karahayuan merujuk kepada sosok seorang ibu. Peribahasa sunda menyebut indung tunggul rahayu.
Artinya, pada gapura yang dibangun Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi tersebut terkandung makna ibu adalah akar kemuliaan hidup. Manusia akan memperoleh kemuliaan manakala dirinya memperoleh pengampunan dari ibunya.
"Di sini saya lihat Kang Dedi Mulyadi ingin agar orang tua harus menjadi rujukan dalam membuat kebijakan," ucapnya.
Farid menyebutkan, dari aspek bentuk gapura memiliki alas persegi berbentuk kubus. Bagian atas gapura ini memiliki tiga lekukan utama melambangkan Tri Tangtu Jaya Dibuana atau tiga ketentuan hidup.
Lekukan pertama melambangkan Rama yakni kaum cendekia atau akademisi. Mereka tidak boleh berpolitik. Lekukan kedua melambangkan Resi yakni kaum Agamawan, kode etiknya pun tidak boleh masuk kedalam ranah kehidupan politik. Lekukan ketiga melambangkan Prabu, berarti politisi yang bertugas merumuskan dan menjalankan arah kebijakan negara.
"Ketika Prabu keliru dalam mengolah negara maka kaum Rama dan Resi harus mengingatkan," kata Farid.
Farid pun mengungkap, karea itu si pencetus gapura ini juga harus bersedia diingatkan masyarakat, baik itu dari kaum agamawan maupun intelektual. Hal ini bertujuan untuk membuat Purwakarta jauh lebih baik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




