Pansel KPK Wajah Baru yang Belum Terkontaminasi
Kamis, 21 Mei 2015 | 10:57 WIB
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengapresiasi pemerintah yang memilih sembilan perempuan sebagai Panitia Seleksi (pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pansel KPK saat ini benar-benar orang baru dan tidak terkontaminasi kepentingan kelompok tertentu.
"Saya tidak melihat anggota Pansel itu berdasaran gender. Harapan saya, Pansel bisa menyeleksi calon-calon pimpinan KPK yang berkualitas," ujar Masinton kepada SP di Jakarta, Kamis (21/5).
Politisi PDI-Perjuangan itu mengungkapkan, perempuan itu lebih peka terhadap pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, terobosan baru ini diharapkan bisa menyaring calon pimpinan KPK yang lebih baik dan tangguh.
Setidaknya, kata Masinton, wajah anggota Pansel KPK saat ini benar-benar orang baru dan tidak terkontaminasi dengan kepentingan kelompok tertentu. Pansel harus benar-benar mampu menyeleksi calon pimpian KPK yang berkualitas.
"Saya melihat semua nama-nama anggota Pansel merupakan wajah baru dari berbagai latar belakang keilmuan. Setidaknya tidak lagi menggunakan wajah-wajah lama," ucapnya.
Dia berharap pemilihan anggota Pansel didasarkan kemampuan sekaligus komitmen memberantas korupsi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini secara resmi mengumumkan komposisi Pansel KPK. Pengumuman digelar di Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menjelang keberangkatan Kepala Negara ke Kota Malang, Jawa Timur.
Nama-nama Pansel KPK yang diumumkan Presiden Jokowi adalah Destry Damayanti, pakar ekonomi dan moneter, sebagai ketua merangkap anggota. Enny Nurbaningsih, pakar hukum tata negara (wakil ketua). Harkristuti Haskrisnowo, pakar hukum pidana dan HAM (anggota). Betti Alisjabana, pakar teknologi informasi dan manajemen (anggota).
Selain itu, Yenti Garnasih, pakar tindak pidana pencucian uang (anggota). Supra Wimbarti, pakar psikologi (anggota).Natalia Subagio, Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (anggota). Diani Sadiawati, Direktur Hukum dan HAM Bappenas (anggota) dan Meuthia Ganie Sadiawpansel ati, pakar sosiologi korupsi dan modal sosial (anggota).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




