Puslabfor: Ban Depan Kiri 'Xenia Maut' Kempes
Selasa, 24 Januari 2012 | 15:37 WIB
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri ditemukan bahwa tekanan angin di ban depan bagian kiri lebih kecil dibandingkan tekanan angin ban depan sebelah kanan."
Kecelakaan Xenia maut di Tugu Tani, Jakarta Pusat, ternyata tak hanya disebabkan kelalaian pengemudinya, Afriyani Susanti. Melainkan juga dikarenakan tekanan roda depan mobil bernomor polisi B 2479 XI itu kurang angin.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri ditemukan bahwa tekanan angin di ban depan bagian kiri lebih kecil dibandingkan tekanan angin ban depan sebelah kanan," kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, hari ini.
Saud menjelaskan tekanan ban kanan depan diketahui normal, yakni 40 psi. Sedangkan tekanan ban kiri depan hanya 22 psi. Harusnya keduanya sama 40 psi.
"Itu berpengaruh, bila kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi akan oleng. Itu terlihat dari mobil yang awalnya berada di dekat jalur busway (di kanan) lalu oleng ke kiri dan menabrak," jelasnya.
Hasil olah di tempat kejadian perkara, Saud melanjutkan, dapat disimpulkan bahwa mobil melaju kencang di atas 90 kilometer/jam.
"Ini ditambah oleh faktor pengemudinya dalam keadaan lelah dan di bawah pengaruh narkoba kemudian dia mengambil keputusan yang salah. Seharus dia menginjak (pedal) rem, ini malah menginjak (pedal) gas," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, tabrakan maut terjadi di Jalan MI Ridwan, dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (22/1). Sebuah mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI menabrak sejumlah pejalan kaki yang sebagian besar baru saja selesai berolahraga di Monumen Nasional (Monas).
Akibat peristiwa ini, sembilan orang tewas di tempat, sedangaakn empat lainnya luka-luka. Korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sementara korban luka-luka dilarikan ke RSPAD.
Kecelakaan Xenia maut di Tugu Tani, Jakarta Pusat, ternyata tak hanya disebabkan kelalaian pengemudinya, Afriyani Susanti. Melainkan juga dikarenakan tekanan roda depan mobil bernomor polisi B 2479 XI itu kurang angin.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri ditemukan bahwa tekanan angin di ban depan bagian kiri lebih kecil dibandingkan tekanan angin ban depan sebelah kanan," kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, hari ini.
Saud menjelaskan tekanan ban kanan depan diketahui normal, yakni 40 psi. Sedangkan tekanan ban kiri depan hanya 22 psi. Harusnya keduanya sama 40 psi.
"Itu berpengaruh, bila kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi akan oleng. Itu terlihat dari mobil yang awalnya berada di dekat jalur busway (di kanan) lalu oleng ke kiri dan menabrak," jelasnya.
Hasil olah di tempat kejadian perkara, Saud melanjutkan, dapat disimpulkan bahwa mobil melaju kencang di atas 90 kilometer/jam.
"Ini ditambah oleh faktor pengemudinya dalam keadaan lelah dan di bawah pengaruh narkoba kemudian dia mengambil keputusan yang salah. Seharus dia menginjak (pedal) rem, ini malah menginjak (pedal) gas," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, tabrakan maut terjadi di Jalan MI Ridwan, dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (22/1). Sebuah mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI menabrak sejumlah pejalan kaki yang sebagian besar baru saja selesai berolahraga di Monumen Nasional (Monas).
Akibat peristiwa ini, sembilan orang tewas di tempat, sedangaakn empat lainnya luka-luka. Korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sementara korban luka-luka dilarikan ke RSPAD.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




