Sentimen Global Pengaruhi Indeks Hingga Akhir 2015 (3-Habis)

Rabu, 27 Mei 2015 | 08:51 WIB
MF
N
FN
FB
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Investor Daily / David Gitaroza)

Bervariasi
Analis Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sentimen yang mempengaruhi IHSG bervariasi. Untuk tahun ini, pelambatan ekonomi cukup menekan laju indeks di semester I-2015.

"Misalnya aksi jual bersih investor sudah mulai terdekteksi sejak awal Maret. Ketika itu, ekonomi kuartal I-2015 dilaporkan melambat, kinerja emiten juga banyak yang turun," kata dia.

Menurut Satrio, pada Mei ini, aksi beli bersih asing mulai sedikit muncul, namun nilainya tidak signifikan. Dia memprediksi, investor asing bisa terdeteksi melakukan aksi beli secara konsisten, apabila nilainya sudah mencapai Rp 1 triliun.

"Agak sulit memperkirakan kapan aksi beli bisa menembus nilai itu. Tapi kemungkinan, kalau makro ekonomi membaik dan kinerja emiten positif, capital inflow akan kembali terjadi," ujar dia.

Satrio memprediksi, periode tersebut bakal terjadi setelah Idul Fitri, atau semester II-2015. Ketika itu, pemerintah kemungkinan akan merealisasikan janjinya untuk menggenjot berbagai program infrastruktur. Selain itu, pelaku pasar saham juga bakal menantikan sentimen global seperti laju ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dia juga memprediksi IHSG mampu mencapai posisi 6.100-6.350. Namun dengan catatan, semua indikator ekonomi domestik dan global membaik, dan secara teknikal IHSG tidak anjlok ke level di bawah 4.900.

Dia merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham di sektor perbankan dan konstruksi seiring dengan pengaruh ekonomi makro. Selain itu, saham emiten di sektor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga bisa menjadi pilihan, di tengah harga komoditas CPO yang menguat, lantaran pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon