Sinar Mas Naikkan Penawaran Akuisisi, Rothschild Tinggalkan Asia Resource
Selasa, 9 Juni 2015 | 12:43 WIB
Jakarta – Nathaniel Rothschild akhirnya bersedia melepas 17,2 persen saham Asia Resource Minerals Plc (ARMS) kepada Grup Sinar Mas. Dengan demikian, Rothschild segera meninggalkan Asia Resource, induk usaha PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).
Kesediaan Rothschild itu menyusul langkah Sinar Mas menaikkan harga penawaran akuisisi saham Asia Resource. Sinar Mas melalui Asia Coal Energy Ventures Ltd (ACE) mengajukan harga baru sebesar 56 pence per saham, naik 37 persen dibandingkan harga sebelumnya 41 pence.
Harga penawaran yang diajukan ACE mencerminkan premium 273,3 persen dari harga penutupan perdagangan terakhir ARMS di Bursa Efek London. Harga tersebut juga 307 persen lebih tinggi dari rata-rata harga ARMS selama 30 hari perdagangan. Secara total, nilai pembelian saham Asia Resource menjadi lebih dari US$ 200 juta. Sinar Mas berniat menguasai saham perusahaan berbasis di London, Inggris itu hingga 100 persen.
NR Holdings, perusahaan investasi milik Rothschild, berjanji tidak akan menghambat proses akuisisi dan restrukturisasi Asia Resource, yang akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
"Sebagai pemegang saham minoritas Asia Resource, kami telah bekerja sangat keras agar ACE meningkatkan harga penawaran. Kami menilai penawaran ACE sebelumnya tidak mencerminkan nilai perusahaan yang sebenarnya," ungkap manajemen NR Holdings dalam keterangan resmi, kemarin.
Sementara itu, Nathaniel Rothschild yakin penawaran Sinar Mas merupakan jalan keluar terbaik yang dapat dieksekusi dalam jangka pendek. Dengan begitu, pemegang saham Asia Resource bisa memperoleh kembali modalnya. "Investor seperti saya bisa mendapat kesempatan untuk menanamkan modalnya lagi ke sektor batu bara. Meski demikian, ini merupakan pertama kali dan terakhir bagi kami dalam berinvestasi di sektor batu bara Indonesia," tegas Rothschild.
Sementara itu, Direktur Grup Sinar Mas Fuganto Widjaja menyambut persetujuan Rothschild dengan gembira. Dukungan tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham Asia Resource.
"Kami akan terus bekerja sama dengan Rothschild dan dewan direksi Asia Resource untuk menyelesaikan proses penawaran ini. Kami juga tidak sabar untuk segera memulihkan prospek jangka panjang perusahaan setelah restrukturisasi," kata Fuganto dalam penjelasan resmi.
Pendanaan Akuisisi
ACE telah memperoleh pinjaman senilai 135 juta poundsterling (US$ 200 juta) dari perusahaan pembiayaan milik Grup Sinar Mas, yakni PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). Penandatanganan kesepakatan fasilitas ini dilakukan pada 7 Mei 2015.
Sesuai rencana, fasilitas kredit yang dikucurkan Sinar Mas Multiartha dapat ditarik dalam rentang waktu 12 bulan. Penasihat keuangan ACE, Hannam & Partners, telah menyatakan persetujuannya atas pinjaman tersebut.
Jika proses akuisisi Asia Resource lancar, Berau Coal dapat segera merestrukturisasi utang obligasi senilai total US$ 950 juta. Dengan begitu, perseroan akan terhindar dari gagal bayar (default) dan kisruh di tubuh perusahaan segera berakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




