Wamenlu: Belum Ada Jawaban Australia soal Bayar Imigran
Senin, 15 Juni 2015 | 17:34 WIB
Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM Fachir mengatakan, belum menerima jawaban ataupun penjelasan dari pemerintah Australia, terkait tindakan sejumlah pihak negara tersebutyang diduga membayar imigran asal Bangladesh, Sri Lanka, dan Myanmar untuk membawa kembali kapal ke wilayah Indonesia.
"Belum ada (jawaban)," kata Fachir yang ditemui sebelum menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6).
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah belum menentukan posisi atau tindakan apa yang akan diambil. Sebab, masih menunggu klarifikasi resmi dari pemerintah Australia. "Minta klarifikasi kalau ada, baru ambil posisi. Lihat klarifkasinya dulu," ujarnya.
Seperti diketahui, diberitakan BBC, ada sebuah kapal yang mengangkut imigran dengan tujuan Selandia Baru ditahan petugas keamanan Indonesia, di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Kepada polisi setempat, kapten dan kru kapal mengaku sebelumnya dicegat di tengah laut oleh kapal perang Angkatan Laut Australia.
Kemudian, mereka mengaku ditawari uang sebesar 5.000 dollar Australia atau Rp 51,6 juta jika mau kembali berlayar ke perairan Indonesia.
Sementara itu, diberitakan AFP, juru bicara badan PBB untuk urusan pengungsi, James Lynch, Jumat pekan lalu, membenarkan stafnya telah mengonfirmasi kejadian itu dengan mewawancarai 65 penumpang yang berada di atas kapal.
Untuk mengonfirmasi hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi sudah bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson, Sabtu pekan lalu.
Menurut Retno, Dubes Grigson tak bisa menjawab dan berjanji akan membawa pertanyaan tentang masalah itu ke Canberra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




