Ini Bukti Suap FIFA di Piala Dunia 2002

Minggu, 21 Juni 2015 | 01:03 WIB
MG
B
Penulis: ME Gunawan | Editor: B1
Mantan Presiden Conmebol asal Paraguay, Nicolas Leoz Almiron
Mantan Presiden Conmebol asal Paraguay, Nicolas Leoz Almiron (Istimewa)

Madrid – Seorang mantan pegawai Conmebol, Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (Latin), menyodorkan dokumen yang menjadi bukti adanya tindak penyuapan dan modus penggelapan dana yang dilakukan konfederasi saat masih dipimpin Nicolas Leoz Almiron yang menjadi Presiden Conmebol pada periode 1986-2013.

Adalah harian olahraga di Spanyol, AS, yang mewawancarai secara ekslusif "Confidant X", begitu nama samaran mantan pegawai Conmebol. Dalam wawancaranya itu, "Confidant X", yang bekerja selama 15 tahun di Conmebol, mengungkapkan salah satu alur transaksi dana yang terjadi saat proses penawaran tuan rumah Piala Dunia 2002 yang akhirnya dimenangi Jepang dan Korea.

Menurutnya, Conmebol dan Concacaf (Konfederasi Sepakbola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) merupakan pusat dari perputaran dari modus operasi. Dana yang berasal dari seluruh penjuru dunia, dari Tokyo sampai New York, dilewatkan ke sejumlah rekening sebelum akhirnya sampai ke tangan para pemimpin badan sepakbola di Paraguay, Brasil, AS, atau Panama.

Adalah Nicolas Leoz, Presiden Conmebol yang menjadi pusat distribusi transaksi gelap tersebut. Dari akun Conmebol, dengan mudahnya Nicolas Leoz memindahkannya ke rekening perorangan dalam bentuk dolar AS atau guaranies, mata uang Paraguay.

Nicolas Leoz, 86 tahun, saat ini masih menjadi tahanan rumah di Asuncion, Paraguay, sembari menunggu ekstradisinya ke AS, negara yang mendakwanya dengan tindak korupsi, pemerasan, penyogokan, dan pencucian uang.

Dalam alur transaksi yang diungkapkan "Confidant X", terjadi pada 2000 atau 15 tahun yang silam. Yakni, mengenai dana yang ditengarai uang sogokan dari Presiden Federasi Sepakbola Jepang (JFA), (alm) Ken Naganuma, sebesar US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 19,5 miliar, yang diserahkan pada Conmebol guna didistribusikan ke-10 negara anggota Conmebol, dengan tujuan setiap negara menyuarakan dukungannya bagi Korea dan Jepang sebagai tuan rumah Piala Dunia 2002.

"Dana sebesar itu didepositokan Nicolas Leoz sebesar US$ 1,2 juta ke dalam rekening pribadinya, US$ 200.000 disimpan pada rekening Sekjen Conmebol (saat itu) Eduardo de Luca, dan sisanya sebesar US$ 100.000 ditransfer ke rekening Zorana Dannis, penghubung Confederasi dan FIFA," ujar "Confidant X".

Sepp Blatter bersama perwakilan Korea Selatan dan Jepang yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon