Waspadai El Nino, DKI Petakan Kawasan Rawan Kebakaran
Kamis, 13 Agustus 2015 | 21:00 WIB
Jakarta - Anomali cuaca ekstrem El Nino yang sedang melanda Indonesia, tidak hanya menimbulkan kekeringan di hampir sebagian besar wilayah, tetapi juga berpotensi memicu musibah kebakaran.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran. Pemetaan ini, diharapkan dapat memudahkan petugas pemadam kebakaran dapat menanggulangi kebakaran dengan cepat dan tepat.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Partimas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Abdul Chaidir, mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring dan mencari langkah antisipasi dampak El Nino di DKI Jakarta.
Langkah antisipasi yang dilakukan adalah membuat peta wilayah rawan kebakaran di lima wilayah DKI Jakarta dan menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran di pemukiman padat penduduk.
"Kita buat peta daerah yang rawan kebakaran untuk mempercepat respon time. Juga kita gencarkan sosialisasi mengenai dampak El Nino agar masyarakat mampu melakukan pencegahan sedini mungkin," kata Chaidir, Kamis (13/8).
Wilayah rawan kebakaran itu umumnya berada di titik-titik pemukiman padat penduduk yang hunian bangunannya semi permanen.
"Rumah-rumah padat penduduk semi permanen inilah yang perlu kita antisipasi karena berpotensi terdampak gelombang panas dari fenomena Badai El Nino," ungkapnya.
Adapun daerah rawan kebakaran di Jakarta Pusat terdapat di Tanah Tinggi, Galur, Kebon Kosong, Karang Anyar, Kebon Melati, Kebon Kacang, Jati Bunder dan Kramat Sentiong.
Wilayah rawan kebakaran di Jakarta Barat meliputi Krendang, Kali Anyar, Jembatan Besi, Tambora, Duri Utara, Tangki, Jelambar Raya, Kota Bambu Selatan dan Utara. Begitu juga di Palmerah Barat, Kapuk, Cengkareng, Semanan dan Kalideres.
Sedangkan di wilayah Jakarta Utara, wilayah rawan kebakaran ada di daerah Manggarai Selatan, Bukit Duri Selatan, Pejaten Timur, Cipete Utara, Mampang Prapatan, Gandaria Utara, Kebayoran Lama Utara, Petukangan Utara dan Selatan, Karet Belakang, Grogol Utara dan Pancoran.
Termasuk di Penjaringan, Kamal Muara, Kapuk Muara, Kali Baru, Cilincing, Sukapura, Warakas, Pademangan Barat, Kebon Bawang dan Koja," bebernya.
Lalu di Jakarta Timur, daerah yang tergolong wilayah rawan kebakaran terdiri dari Kayu Manis, Jatinegara Barat, Lubang Buaya, Halim, Kampung Makasar, Kebon Pala, Kramat Jati, Ciracas, Gedong, Kampung Tengah dan Susukan.
"Wilayah rawan kebakaran itu perlu diantisipasi para Kepala Sektor (Kasektor) di Kecamatan lewat sosialisasi, simulasi, tatap muka sampai dengan penyuluhan kepada masyarakat," ujarnya.
Dijelaskannya, daerah rawan kebakaran tersebut diklasifikasikan berdasarkan jumlah kasus serta kondisi tempat tinggal di wilayah penduduk yang umumnya dibangun semi permanen. Sampai saat ini pemicu kebakaran sendiri masih didominasi korselting arus pendek listrik.
"Karena selama ini kabel-kabel yang dipakai masyarakat itu kabel yang murah harganya. Padahal, pemakaiannya melebihi beban listrik. Akhirnya terjadilah korsleting listrik atau arus pendek, sehingga menimbulkan kebakaran," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




