Penyelenggara Pesta Bikini Ajukan Permohonan Maaf ke Sekolah

Kamis, 27 Agustus 2015 | 14:53 WIB
PP
B
Penulis: Priska Sari Pratiwi | Editor: B1
Perjanjian kesepakatan damai antara pihak Divine Production dengan SMA Muhammadiyah 11, 27 Agustus 2015.
Perjanjian kesepakatan damai antara pihak Divine Production dengan SMA Muhammadiyah 11, 27 Agustus 2015. (BeritaSatu.com/Priska Sari Pratiwi)

Jakarta - Perselisihan yang sempat terjadi antara sejumlah sekolah dengan event organizer (EO) Divine Production dalam penyelenggaraan pesta bikini 'Splash After Class', akhirnya diselesaikan secara damai. Pihak Divine Production menyampaikan permohonan maaf di salah satu sekolah yang namanya dicatut yaitu SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, Jakarta Timur.

Pemilik Divine Production Immanuel Tulus Hasiholan mengakui, tercantumnya nama SMA Muhammadiyah 11 dalam acara tersebut adalah murni kesalahan pihak Divine Production. Sebab, SMA Muhammadiyah 11 tidak terlibat sedikit pun dalam promosi tersebut.

"Kami minta maaf dari lubuk hati yang terdalam atas kesalahan kami sebagai pihak penyelenggara acara tersebut," ujar Immanuel di SMA Muhammadiyah 11, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (27/8).

Ia menyebutkan, sebanyak 16 sekolah yang dicatut namanya saat ini masih dalam proses perdamaian. Sebelumnya, sudah ada sembilan sekolah di Jakarta yang melakukan kesepakatan perdamaian dengan difasilitasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di antaranya yakni SMA Negeri 24, SMA Negeri 29, SMA Negeri 31, SMK Negeri 15.

Dikatakan Immanuel, pihak Divine Production sebelumnya telah mengadakan pool party sebanyak tiga kali. "Tapi ya baru kali ini saja kita mencatut nama-nama sekolah. Makanya kami minta maaf untuk pemulihan nama baik supaya hal yang seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya kegiatan seperti ini, pihaknya pun membubarkan Divine Production sejak 1 Juli lalu.

Kepala SMA Muhammadiyah 11 Slamet Sutopo menanggapi positif permohonan maaf dari Divine Production. Ia mengaku sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan cabang Muhammadiyah untuk melakukan kesepakatan damai. "Memang karena ada itikad baik dari Divine Production dengan mengakui kesalahan, kami sepakat untuk berdamai. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran ke depan. Kalau mau buat acara yang mencerdaskan bangsa," katanya.

Pihaknya juga akan segera melakukan pencabutan laporan ke polisi.

Sebelumnya diketahui, pada 25 April lalu, pihak Divine Production berencana menyelenggarakan event bertajuk 'Splash After Class' bagi siswa SMA yang baru lulus sekolah. Dalam promosi acara tersebut, pihak Divine Production mencantumkan nama beberapa sekolah di wilayah Jakarta dan Bekasi, termasuk SMA Muhammadiyah 11. Namun pencantuman nama tersebut dilakukan tanpa izin pihak sekolah. SMA Muhammadiyah 11 pun mengadukan Divine Production ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon