Dugaan Manifes Palsu Trigana, Polisi Periksa 16 Saksi
Kamis, 27 Agustus 2015 | 16:16 WIB
Jayapura - Penyidik Polda Papua telah memeriksa 16 saksi, baik para penjual dan keluarga korban, terkait pembelian tiket Trigana Air jenis ATR42 nomor lambung PK-YRN, yang mengalami kecelakaan di pegunungan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang 16 Agustus lalu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Rudolf Patrige, mengatakan polisi akan melakukan gelar perkara awal, sebelum penetapan pasal yang dipersangkakan kepada pelaku.
"Sebanyak 16 saksi yang telah diperiksa adalah keluarga korban yang namanya tak terdaftar dalam manifest, namun ikut dalam penerbangan naas tersebut," ujar Rudolf, di RS Bhayangkara, Kamis (27/8) sore.
Sampai saat ini, Rudolf menjelaskan, baru dua karyawan Trigana yang diperiksa dengan dugaan manifes palsu. Kedua karyawan tersebut bertugas di ground landing dan staf Trigana.
Polisi mengklaim tak menutup kemungkinan ada karyawan Trigana lainnya yang akan diperiksa terkait kasus tersebut. "Pasca-kejadian tanggal 16 Agustus, keesokan harinya Polda Papua langsung menyelidiki daftar manifes," tambahnya.
Dari informasi yang diperoleh SP, modus yang dipakai para karyawan Trigana untuk membeli tiket adalah menggunakan banyak KTP, lalu oknum karyawan itu menjual kembali tiket dengan harga dua kali lipat dari harga normal.
Tiket harga normal Trigana, tujuan Jayapura-Osibil biasa dijual dengan harga Rp 1.050.000, namun oleh para oknum karyawan, tiket tersebut dijual dengan nilai yang bervariasi, antara Rp 1.500.000 sampai Rp 2 juta.
Sebelumnya, Direktur Operasional PT Trigana Air, Benny Sumaryanto, menyebutkan oknum laryawan Trigana yang terlibat dalam melakukan pemalsuan manifes penumpang, akan diberikan sanksi hingga dipecat dari pekerjaannya.
Benny mengklaim, saat ini ada 10 nama yang tidak sesuai dengan daftar manifes. Nama-nama tersebut juga pernah dirilis oleh Polda Papua, diantaranya Yohanis Kiabra diganti Nelson Wayam, Yunus Setamanggi diganti Yana Uropka, Ardono Hikmad diganti oleh Yance Wapdanon, Yundriadi diganti Kayus Kipka, Susilo diganti oleh Terianus Salawala, Piter diganti oleh Eli Uropmabin, Surya diganti Timius Dupui, Marusaha Sitorus diganti Obhet Turukna, Petrus Tekege diganti John Gasper.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




