Penyerapan Anggaran Rendah Dinilai Tak Jadi Tolak Ukur Gagalnya Pembangunan

Senin, 31 Agustus 2015 | 08:03 WIB
YP
B
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: B1
Ilustrasi anggaran.
Ilustrasi anggaran. (Ist/Ist)

Jakarta - Bupati Trenggalek Mulyadi WR menilai penyerapan anggaran rendah tidak boleh menjadi tolak ukur bahwa pembangunan gagal atau tidak berjalan. Sebab, meskipun penyerapan anggaran rendah, pembangunan tetap berjalan.

"Jangan jadi tolak ukur penyerapan anggaran ini dengan pembangunan," ujar Mulyadi WR saat ditemui di Beritasatu Plaza, Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (28/8).

Menurut Mulyadi, rendahnya penyerapan anggaran disebabkan para kontraktor tidak mau mengambil anggaran daerah per-termin atau 30 persen pada tahap pertama. Pencairan anggaran, kata Mulyadi, biasanya dilakukan pertahap, yakni 30 persen tahap pertama, 60 persen tahap kedua dan 100 persen tahap ketiga.

"Modelnya para kontraktor mau mengambil semuanya bersih 100 persen di akhir. Dengan demikian, jika penyerapan anggaran rendah, bukan berarti tidak bekerja. Karena dia tidak mau menyerap per-termin. Dia mau menyerap di akhir," kata Mulyadi.

Dia mengakui, penyerapan anggaran di Kabupaten Trenggalek rendah, namun semua pembangunan tetap berjalan. Menurutnya, tidak ada kendala baik dari Pemerintah Pusat dalam bentuk petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak).

Sampai 2015, Mulyadi optimistis dan berkomitmen semua anggaran di Kabupaten Trenggalek terserap.

"Untuk tahun ini, penyerapannya 35-40 persen. Sampai akhir tahun ini tercapai semua. Jelas, kita punya komitmen untuk penyerapan anggaran. Di awal kita sepakat pembangunan berjalan semua," tegasnya.

Hal berbeda dialami Kota Banda Aceh di mana penyerapan anggaran daerah sudah sesuai dengan apa dtetapkan dan aturan yang ada.

"Penyerapan anggaran kami sudah mencapai di atas 50 persen. Semua berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti," ujar Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal saat ditemui di tempat yang sama.

Illiza mengaku hanya mendapat sedikit kendala dalam pencairan anggaran dan pembangunan, seperti pembebasan lahan. Namun, dia memastikan bahwa semua hal tersebut sudah diselesaikan. "Kita optimistis, penyerapan anggaran bisa mencapai 100 persen," kata Illiza.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon