Korupsi Pelindo, Polri: "Mobile Crane" Harganya Terlalu Mahal
Senin, 31 Agustus 2015 | 16:42 WIB
Jakarta - Direktorat Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim telah menggeledah kantor PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok karena terkait dugaan korupsi pengadaan mobile crane sebesar Rp 54 miliar Jumat (28/8).
Menurut Direktur Ekonomi dan Pidana Khusus Bareskrim Brigjen Victor Simandjutak harga pembelian crane itu terlalu mahal bahkan jika barang yang sama itu dibeli dengan harga saat ini.
"Spek yang ada sekarang ini yang dibeli tahun 2013 lalu kalau kita beli sekarang dengan harga dolar yang sekarang pun itu masih terlalu jauh mahal (yang dulu). Artinya kan ada perkiraan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) nya tidak betul," kata Vicktor di Mabes Polri Senin (31/8).
Menurut jenderal bintang satu itu penggeledahan kemarin menghasilkan banyak dokumen sebagai barang bukti. Polisi juga telah memeriksa tujuh orang saksi dan menyita banyak dokumen.
"Pelaksanaan pengadaan barang tersebut sejak mulai perencanaan harusnya kan dari pelabunan-pelabuhan itu yang harus mengajukan butuhnya apa. Yaitu pelabuhan di Bengkulu, Jambi, Palembang, Teluk Bayur, Cirebon, Banten, Panjang dan Pontianak," beber Vicktor.
Tapi dalam hal ini mereka tidak mengajukan. Tapi dari pusat, Pelindo II, yang mengadakan. Kemudian penandatangan-penandatangannya bukan GM masing-masing pelabuhan, tapi hanya ditandatangani manajer tekniknya.
"Jadi sebenarnya dari sisi itu pun ini sudah salah," jelasnya dan kembali menegaskan jika pihaknya akan memeriksa Dirut Pelindo II RJ Lino
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




