Semester I, Bumi Minerals Raih Laba Bersih US$ 3,6 Juta

Selasa, 15 September 2015 | 01:02 WIB
MF
WP
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: WBP
PT Bumi Resources Mineral Tbk
PT Bumi Resources Mineral Tbk (Istimewa)

Jakarta – PT Bumi Resourcs Minerals Tbk (BRMS), anak usaha PT Bumi Resources Tbk milik taipan grup Bakrie mencatatkan laba bersih sebesar US$ 3,6 juta sepanjang semester I – 2015, lebih baik dari periode sama tahun lalu yang merugi US$ 51 juta.

Direktur Utama Suseno Kramadibrata mengungkapkan, kinerja keuangan perseroan terdongkrak hasil positif investasi di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Pada semester I, pendapatan perseroan dari Newmont tercatat sebesar US$ 53 juta dibandingkan semester I – 2014 yang merugi sebesar US$ 14 juta. "Likuiditas perusahaan masih cukup baik dengan rasio pinjaman bersih terhadap ekuitas sebesar 0,47x. Aset-aset kami lainnya di Gorontalo, Palu dan Dairi juga menunjukkan kemajuan dalam operasinya masing-masing," ungkap Suseno dalam keterangan resmi, Senin (14/9).

Pada akhir tahun lalu anak usaha perseroan, PT Gorontalo Minerals melaporkan penambahan jumlah sumber daya mineral dan cadangan bijih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Peningkatan karena dilakukan estimasi ulang yang dilakukan berdasarkan 11 data pengeboran bar di Sungai Mak dan 15 data pengeboran di Cabang Kiri. Gorontalo Minerals tercatat mengalami peningkatan sumber daya menjadi sebanyak 292 juta ton bijih pada 324 juta ton bijih, termasuk jumlah sumber daya mineral cadangan bijih sebesar 105 juta ton bijih dari Sungai Mak.

Sepanjang semester I – 2015, pendapatan perseroan tercatat sebanyak US$ 5,8 juta lebih rendah dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebesar US$ 9 juta. Sementara itu pendapatan dari invesasi di Newmont Nusa Tenggara tercatat sebesar US$ 53,9 juta dibandingkan dengan rugi semester I – 2015 sebesar US$ 14,6 juta. Perseoran saat ini memiliki kas sebesar US$ 4 juta, lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar US$ 6,2 juta. Sementara utang bank dan pinjaman lainnya tercatat sebesar US$ 679 juta, meningkat dari tahun lalu sebesar US$ 623,3 juta.

Sebelumnya dikabarkan, perusahaan tambang yang dikendalikan keluarga Bakrie tersebut, memiliki utang senilai US$ 450 juta yang akan jatuh tempo tahun ini. Jika upaya negosiasi gagal, perseroan bisa terancam gagal bayar (default). "Kami memang sedang melakukan negosiasi dengan para kreditor untuk melakukan refinancing. Namun, kita semua tahu bahwa situasi ekonomi masih kurang baik," ungkap Investor Relations Bumi Minerals Herwin Hidayat.

Menurut dia, perseroan tetap akan mencoba melunasi utang dengan pinjaman baru. Dia berharap, bunga yang diperoleh bisa lebih murah. Berdasarkan laporan keuangan, Bumi Minerals memiliki fasilitas pinjaman dari Credit Suisse sebesar US$ 405 juta. Fasilitas ini diperoleh pada 2010.

Sesuai rencana, Bumi Minerals sedang mengkaji pembayaran kembali dengan aset perusahaan. Pada RUPSLB perseroan, dewan direksi meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan atau mengagunkan seluruh harta kekayaan kepada para kreditor. Dengan begitu, Bumi Minerals dapat menggadaikan saham-saham anak usaha yang dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini pun mengikat perseroan sebagai pihak penjamin. Penjaminan ini juga tidak terbatas pada fidusia atas tagihan-tagihan rekening bank, klaim asuransi, persediaan (inventory), dan rekening escrow perseroan serta anak usaha.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon