Europol Lacak 30.000 Tersangka Penyelundup Manusia ke Eropa

Kamis, 17 September 2015 | 04:43 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
Ilustrasi perdagangan manusia
Ilustrasi perdagangan manusia (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Den Haag - Sekitar 30.000 orang diperkirakan terlibat dengan kelompok-kelompok yang meminta bayaran ribuan euro dari para pengungsi untuk mengarungi perjalanan berbahaya ke Eropa, kata kepala badan kepolisian Eropa (Europol) Rob Wainwright, Rabu (16/9).

Rob Wainwright mengatakan penemuan 71 mayat di belakang sebuah mobil truk di Austria bulan lalu mendorong Europol untuk menjalankan operasi besar-besaran terhadap penyelundupan manusia serta mengindentifikasi jumlah tersangka, yang jauh lebih besar dibandingkan yang dipikirkan badan itu sebelumnya.

"Insiden tragis di Austria itu merupakan gejala ledakan masalah kejahatan yang sedang kami selidiki sekarang," katanya seperti yang dilansir dari Reuters.

"Ribuan penjahat berbondong-bondong ke posisi ini, yakni pergerakan massal para migran dan pengungsi."

"Tahun ini saja kami telah mengumpulkan informasi terkait sekitar 30.000 tersangka penjahat dan rekanan mereka yang terlibat dalam kasus ini. Itu menunjukkan betapa besarnya kegiatan kejahatan yang sedang berlangsung pada saat ini," ujarnya.

Europol, yang memiliki anggota sekitar 950 orang yang bekerja di luar Den Haag, sedang mengkoordinasikan 1.400 penyelidikan berbeda terkait penyelundupan manusia di seluruh kontinen.

Gelombang orang-orang yang mengungsikan diri dari konflik-konflik di Timur Tengah dan Afrika telah membuat Eropa bergelut dengan krisis pengungsi terburuk yang pernah dihadapinya sejak Perang Dunia Kedua dan memberi peluang menguntungkan bagi para penyelundup manusia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon