Penyanderaan WNI oleh OPM, Wapres: Masih Tunggu Pembicaraan dengan PNG

Kamis, 17 September 2015 | 23:13 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Goliath Tabuni (mengenakan ikat kepala merah).
Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Goliath Tabuni (mengenakan ikat kepala merah). (Istimewa/Robert Isidorus Vanwi)

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengaku belum mengetahui hasil rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungi Perdana Menteri Papua Nugini (PNG) Peter Charles Paire O'Neill, pada Kamis (17/9) sore terkait pembebasan dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah PNG. Menurutnya, upaya pembebasan tergantung hasil pembicaraan dengan pemerintah PNG, termasuk pengiriman pasukan.

"Kalau dibutuhkan, Indonesia pasti akan itu (mengirim pasukan). Tergantung pembicaraan dengan pihak PNG," kata JK yang ditemui di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (17/9).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi berjanji akan menghubungi O'Neill untuk menanyakan perihal upaya PNG membebaskan dua WNI. "Kita harus tahu itu di wilayah negara yang lain. Intinya kita siap membantu dalam pembebasan sandera, tapi atas izin dari PNG. Kalau enggak ada izin ya enggak bisa," kata Jokowi, Kamis (17/9) siang.

Namun hingga kini, belum ada kabar dari upaya yang akan dilakukan Jokowi. Untuk diketahui, OPM menyandera dua orang WNI, Sudirman (28) dan Badar (30) yang merupakan penebang kayu di Papua Nugini. OPM meminta barter sandera dengan dua temannya yang ditahan di Polres Keerom, Papua karena kasus narkotika.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon