Ini Pernyataan Pluit City Mengenai Pemberitaan Reklamasi Pulau G
Sabtu, 19 September 2015 | 21:52 WIB
Jakarta - PT Muara Wisesa Samudera (MWS), memastikan pengerjaan Reklamasi Pulau G belum dimulai sampai saat ini, meskipun sejumlah perizinan terkait pengerjaan proyek sudah dikantongi.
"Sampai saat ini kami belum melakukan aktivitas dalam pengerjaan reklamasi Pulau G. Karena kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar semuanya dapat berjalan dengan baik," kata Pramono Corporate Communication Pluit City melalui keterangan pers kepada Beritasatu.com, Sabtu (19/9).
Lebih lanjut Pramono menyesalkan adanya pihak yang menyebutkan MWS telah melakukan aktivitas pengerjaan reklamasi. Misalnya, berita yang menyebutkan bahwa areal daerah tangkapan ikan nelayan di Teluk Jakarta yang dulunya laut sekarang menjadi dangkal selama Pulau G dibangun.
"Pemberitaan itu terlalu mengada-ngada tanpa dasar yang jelas. Silakan lihat sendiri lokasi kami di Pulau G, sampai saat ini belum ada pembangunan yang kami lakukan," ujar Pramono.
Pramono juga menepis isu yang disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat lingkungan yang mengatakan, gara-gara reklamasi yang dilakukan MWS sebanyak 4 pulau di Kepulauan Seribu hilang.
"Tuduhan tersebut terlalu tendensius, gimana pulau dapat hilang jika kami belum melakukan apa-apa," jelas Pramono.
Terkait pelaksanaan reklamasi, Pramono mengatakan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah perizinan yang menjadi pegangan untuk memulai aktivitas pengerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami akan menjalankan segala sesuatunya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sebagai pengembang yang berpengalaman dalam bidang property kami sangat optimis dapat mengerjakan proyek ini dengan baik," papar Pramono.
Ia melanjutkan, tentunya Pemprov DKI memiliki alasan yang sangat jelas mengapa reklamasi Pantai Utara Jakarta penting untuk dilakukan dalam rangka menopang pembangunan Ibukota yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia. "Dengan tingkat kepadatan penduduk yang semakin tinggi, sedangkan daya tampung wilayah sangat terbatas, reklamasi menjadi salah satu solusi dipilih Pemprov DKI," kata Pramono.
Menurut Pramono, Pluit City juga berkomitmen pada pemenuhan kewajiban yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada para pengembang yang mengerjakan reklamasi untuk membangun sarana dan prasarana untuk kepentingan umum.
"Sebagai bentuk kewajiban yang diberikan pada kami, selama ini kami juga sudah berperan aktif dalam pembangunan, salah satunya adalah membangun Rusunawa di Daan Mogot dan Muara Baru", tambah Pramono.
Tidak hanya itu, sebagai perusahaan yang berada di lingkungan Muara Angke, Pluit City juga tidak tinggal diam pada lingkungan sekitar dalam rangka membangun kepedulian bersama pada masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pembangunan yang dilakukan.
"Kami tidak ingin menutup diri pada lingkungan sekitar. Selama ini kami juga memperhatikan lingkungan sekitar melalui program CSR perusahaan untuk menunjang sarana dan prasarana yang ada demi kepentingan masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar kami rasakan sangat mendukung program pembangunan yang kami lakukan. Karena, efek pembangunan juga dapat ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, setidaknya dapat tercipta pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat," kata Pramono.
Sementara itu Lurah Muara Angke, H. Purnomo SP MSi, membenarkan apa yang disampaikan Pramono. Menurutnya, manajemen Pluit City sangat kontributif berpartisipasi pada berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat, khususnya di kelurahan Muara Angke.
"Keberadaan Pluit City saya pikir cukup positif melihat peran aktif perusahaan itu dalam beberapa kegiatan kemasyarakatan dan dampak positif secara ekonomi dari kawasan tersebut. Penduduk sekitar juga banyak yang bekerja di sana," kata H. Purnomo. Disamping itu, para nelayan dan tokoh masyarakat setempat juga menyatakan bahwa keberadaan Pluit City tidak mengganggu aktivitas mereka dalam melaut.
Seperti diketahui, selama ini Pluit City kerap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat sekitar untuk berbagi dalam aksi kepedulian sosial yang sering dilakukan. Sebut saja, pembangunan rumah pintar, santunan anak yatim, bantuan pembangunan masjid, penanaman hutan mangrove, dan berbagai aktivitas sosial lainnya.
Menurut Pramono, apa yang dilakukan selama ini merupakan komitmen dalam rangka membangun kesadaran bersama untuk membantu meringankan beban masyarakat sesuai dengan kamampuan yang dimiliki. "Kami tidak mau terjebak dengan berbagai isu yang berkembang, yang terpenting bagi kami adalah menunjukkan langkah nyata dan terus meningkatkan kepedulian kami pada masyarakat sekitar," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




