Gubernur Kaltim: Kunjungan ke Rusia Seizin Presiden
Jumat, 25 September 2015 | 03:35 WIB
Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak, menegaskan, kunjungan kerjanya ke Rusia pada pekan lalu sudah sesuai aturan dan mendapatkan izin dari Presiden melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
"Kunjungan yang kami lakukan bukan kunjungan bebas dan tidak mungkin seorang gubernur melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tanpa seizin presiden," kata Awang Faroek, di Samarinda, Kamis (24/9).
Ia menjelaskan kunjungan kerja ke Rusia untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama yang sebelumnya dilakukan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dan kemudian saat ini dilanjutkan Presiden Joko Widodo.
"Jadi, kalau ada berita-berita yang mengatakan gubernur pelesiran, itu saya bantah dan tidak benar. Berita itu menyesatkan dan tidak boleh diterima masyarakat," tambahnya di hadapan jemaah salat Idul Adha di Masjid Al Mukmin, Kompleks Lamin Etam Samarinda.
Kunjungan kerja Gubernur Awang Faroek bersama sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Kaltim ke Rusia dilakukan pada 12-22 September 2015.
Menurut Awang Faroek, hasil kunjungan kerja tersebut sudah dilaporkan kepada beberapa menteri, salah satunya mengenai tindak lanjut kerja sama proyek perkeretaapian di Kaltim.
Pihak Russian Railways selaku calon investor setuju untuk mengubah proyek kereta api yang awalnya hanya untuk angkutan batu bara, menjadi pengangkut sumber daya alam, sehingga kereta api itu nantinya juga bisa membawa minyak kelapa sawit dari perkebunan, kayu hasil hutan tanaman industri dan sumber daya alam lainnya.
"Selain itu juga memungkinkan kereta api tersebut nantinya bisa mengangkut penumpang," tambahnya.
Ia menambahkan pihak Russian Railways juga berencana membangun Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan dan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, serta beberapa proyek lainnya di Kaltim.
"Lebih dari Rp 500 triliun yang akan dikucurkan pihak Russian Railways di Kaltim," ujar Awang Faroek.
Selain itu, gubernur juga menyakinkan pihak Rosatom, salah satu lembaga nuklir atom di Rusia, agar di Kaltim juga bisa berdiri pembangkit listrik tenaga nuklir.
Dalam kunjungan kerjanya, Awang Faroek juga bertemu 50 orang mahasiswa asal Kaltim yang sedang mengikuti pendidikan teknologi perkeretaapian di Rusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




