Asap Masih Tebal, Warga Jambi yang Mengungsi Belum Kembali
Senin, 28 September 2015 | 10:50 WIB
Jambi - Sebagian warga Kota Jambi yang mengungsi ke luar daerah akibat asap tebal belum kembali. Para pengungsi yang belum kembali memilih bertahan di luar daerah akibat asap tebal yang masih menyelimuti Kota Jambi hingga hari ini, Senin (28/9).
"Kami belum kembali ke Kota Jambi dan memilih tinggal di tempat mengungsi di Bogor, karena situasi wilayah di sana masih belum aman. Asap tebal masih menyelimuti Kota Jambi," kata seorang warga Kota Jambi, Ratih (35), dihubungi dari Jambi, Senin (28/9).
Mirip Ratih, keluarga Juni (40), warga Kota Jambi yang berangkat ke luar negeri pekan lalu untuk menghindari asap tebal juga belum kembali ke Kota Jambi. Juni dan keluarganya baru berencana kembali ke Jambi akhir pekan ini.
Sedangkan Riza (12), warga Kota Jambi yang sempat mengungsi bersama orangtuanya ke Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung pekan lalu sudah kembali ke Kota Jambi, Minggu (27/9). Kendati asap masih tebal, Riza dan orangtuanya terpaksa kembali ke Kota Jambi karena sekolah sudah kembali beroperasi hari ini setelah diliburkan pekan lalu.
Asap tebal kebakaran hutan dan lahan yang masih menyelimuti wilayah Kota Jambi hingga pekan terakhir September ini menyebabkan kasus infeksi saluran pernafasan (ISPA) terus meningkat.
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi, Senin (28/9), warga yang terkena serangan ISPA akibat asap di kota itu sudah mencapai angka 31.191 orang. Jumlah penderita ISPA tersebut meningkat sekitar 10.450 orang atau 50,38 persen dibandingkan penderita ISPA di Kota Jambi Senin (14/9) sekitar 20.741 orang.
Gubernur Jambi, Irman ketika meninjau Posko Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi, Senin (28/9) menjelaskan, drastisnya peningkatan kasus ISPA di Kota Jambi dua pekan terakhir akibat kualitas udara yang sangat buruk.
Asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi dua pekan terakhir menyebabkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai 500 partikel per mikron (ppm). Tingginya ISPU tersebut menyebabkan kualitas udara berbahaya bagi kesehatan. Akibatnya kasus ISPA pun terus bertambah.
"Untuk mengatasi bencana asap di Jambi, ratusan prajurit militer, kepolisian serta pasukan kebakaran hutan dan lahan masih terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di daerah itu. Pemadaman hanya dapat dimaksimalkan melalui darat," kata Irman.
Pemadaman melalui udara menggunakan bom air tidak bisa dilakukan secara intensif karena asap tebal tidak memungkinkan helikopter dan pesawat terbang beroperasi di daerah itu selama empat hari terakhir. Modifikasi cuaca atau pelaksanaan hujan buatan di Jambi juga sulit dilakukan karena potensi awan yang masih sangat tipis.
Pantauan di Kota Jambi, Senin (28/9), asap yang menyelimuti kota itu masih tebal. Asap juga bercampur debu kebakaran hutan dan lahan. Namun, ketebalan asap berkurang dibandingkan kondisi Kamis–Minggu (24/9–27/9). Asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi pekan lalu menyebabkan jarak pandang terbatas antara 200–500 meter. Sedangkan jarak pandang di Kota Jambi, Senin (28/9) sudah mencapai satu kilometer.
Asap yang mesih menyelimuti Kota Jambi berasal dari kebakaran hutan di Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Tanjungjabung Timur. Hot spot atau titik api yang terpantau satelit Terra dan Aqua di kedua daerah itu Minggu (28/9) mencapai 45 titik. Sebagian titik api berada di hutan dan lahan gambut. Kebakaran di hutan dan lahan gambut tersebut menimbulkan asap tebal.
Sementara itu, setelah libur pekan lalu, seluruh sekolah di Kota Jambi kembali memulai kegiatan belajar, Senin (28/9) kendati asap masih menyelimuti kota itu. Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota Jambi, Abu Bakar, Wali Kota Jambi Syarif Fasha menginstruksikan seluruh sekolah di kota itu memulai kegiatan belajar kembali menyusul menurunnya ISPU. Namun para siswa diimbau tetap menggunakan masker di sekolah.
Dikatakan, berdasarkan pantauan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Jambi, Minggu (27/9) hingga malam, ISPU di Kota Jambi sekitar 162 ppm atau masuk kategori udara tidak sehat. ISPU tersebut turun dari kondisi Kamis hingga Sabtu rata-rata 500 ppm atau kategori udara berbahaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




