Pencarian Aviastar Difokuskan di Wilayah Pantai

Minggu, 4 Oktober 2015 | 19:51 WIB
MS
WP
Penulis: M Kiblat Said | Editor: WBP
Helikopter yang melakukan pencarian jatuhnya Aviastar melalui udara pada hari kedua, Minggu (4/10), pulang tanpa hasil.
Helikopter yang melakukan pencarian jatuhnya Aviastar melalui udara pada hari kedua, Minggu (4/10), pulang tanpa hasil. (M Kiblat Said (Suara Pembaruan))

Makassar- Upaya pencarian pesawat Aviastar yang hilang pada Jumat sore (2/10) dalam penerbangan dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara ke Bandara Sultan Hasanuddin, akan difokuskan di wilayah laut setelah pencarian hingga hari kedua di enam sektor, Minggu (4/10) belum juga membuahkan hasil.

"Senin besok penyisiran diputuskan untuk wilayah laut. Selama dua hari belum difokuskan di sana, karena kalau pesawat itu jatuh di laut dengan kedalaman lebih 40 sampai 50 meter, biasanya lebih dari hari ketiga baru ada benda yang mengapung," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo kepada wartawan setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Mandai, Minggu (9/10) petang.

Bambang bersama Kepala Deputy Potensi Basarnas Marsekal Muda Sudipo Handoyo ikut dalam pencarian kedua menggunakan helikopter Basarnas untuk memantau kondisi medan pencarian. Bambang sempat ke daerah Maiwa, Kabupaten Sidrap dan daerah Enrekang, lokasi yang disebut-sebut sebagai lokasi jatuhnya pesawat. Namun setelah dilakukan pencarian, ternyata tidak ada.

"Bersama Deputy Potensi saya sudah mengunjungi tiga area yang dilakukan upaya pencarian, area 2, 6 dan di area yang disebutkan telah terdeteksi sinyal handphone dan ditemukannya lokasi jatuhnya pesawat, hasilnya belum ada," ujarnya.

Menurutnya, Senin besok pencarian akan dilakukan tim gabungan dari udara untuk wilayah sektor 5,6,2 plus sektor 1. Area itu melingkupi wilayah Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Sidrap kemudian sebagian Luwu.

Bambang menetapkan bahwa alat udara (alud) yang cocok di wilayah itu adalah helikopter yang bisa masuk sampai ke celah-celah. "Hampir 80 persen adalah pegunungan, tebing curam dan tidak semua lokasi ada penduduknya, hutannya lebat," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon