Gubernur Bengkulu Ajak Masyarakat Promosi Festival Tabot di Medsos
Rabu, 14 Oktober 2015 | 11:59 WIB
Bengkulu - Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah mengajak masyarakat setempat untuk ikut mempromosikan Festival Tabot sebagai pelestarian warisan budaya daerah ini melalui media sosial (Medsos) ke daerah luar, sehingga dapat menarik minat turis mancanegara dan nusantara berkunjung ke Bengkulu.
"Saya mengajak masyarakat Bengkulu ikut berpartisipasi mempromosikan Festival Tabot sebagai warisan budaya kita melalui medsos agar orang luar banyak datang ke daerah ini di masa mendatang," kata Gubernur Junaidi Hamsyah ketika membuka Festival Tabot 2015 di Bengkulu, Rabu (14/10).
Ia mengatakan, jika masyarakat Bengkulu dengan sukarela mempromosikan Festival Tabot melalui medsos,seperti Facebook Twitter, Line, dan website, maka masyarakat luar dapat mengetahui kegiatan rutin tahunan dari kalender Dinas Pariwisata Bengkulu, maka orang luar ramai datang ke daerah ini untuk menyaksikan festival tersebut.
Sebab, promosi melalui medisos berbiaya murah dan paling ampuh. Sebab, medsos saat ini sudah diakses oleh hampir seluruh masyarakat dunia. Hal ini bila dilakukan masyarakat Bengkulu, maka Festival Tabot akan dikenal di dunia internasional..
"Jika ada orang bertanya apa itu Tabot, maka dijawab silakan datang ke Bengkulu pada tanggal 14 sampai 23 Oktober untuk menyaksikan festival tersebut di lapangan Merdeka, Kota Bengkulu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu, Rudi Perdana mengatakan, festival tabot 2015, diikuti 10 kabupaten dan kota di daerah ini.
Dalam festival ini akan diadakan perbagai perlombaan seni budaya tradisional masyarakat Bengkulu, dan kegiatan lainnya guna meramaikan even tahunan tetap Dinas Pariwisata Bengkulu.
Seperti diketahui Festival Tabot Bengkulu, digelar setiap Tahun Baru Islam selama 10 hari berturut-turut. Festival ini selain mempertandingkan berbagai jenis seni budaya masyarakat 10 kabupaten dan kota di Bengkulu juga menggelar bazar berbagai produk lokal yang dihasilkan di daerah ini.
Tabot Bengkulu sudah tercatat sebagai warisan kekayaan budaya tidak berbenda yang diakui secara nasional.
Festival Tabot merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali bin Abi Thalib, dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala, Irak, pada tanggal 10 Muharam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




