Aparat Pemda Dimintai Kuasai Seluk Beluk Area Rawan Bencana

Jumat, 16 Oktober 2015 | 17:55 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Ilustrasi korban bencana alam
Ilustrasi korban bencana alam (Antara)

Solo - Penguasaan area rawan bencana harus dimiliki seluruh pemangku kepentingan di daerah. Khususnya, kepala daerah provinsi hingga kabupaten/ kota beserta jajarannya.

Demikian dikemukakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam pidatonya pada acara puncak peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), di Solo, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (16/10).

"Memang BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sudah canggih, sudah bisa monitor di mana muncul titik api, asap, kerawanan bencana gempa. Tapi yang paling penting, deteksi dini harus dipunyai seluruh kepala daerah," kata Tjahjo yang mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara itu.

Pada kesempatan yang sama, Tjahjo juga mengingatkan pentingnya sinergi dan koordinasi terkait penanganan bencana asap. "Kuncinya satu yakni harus ada sinergi konektivitas antar daerah. Penanganan harus baik," ujarnya.

"Kalau niat kerja keras, gotong royong padamkan api. Jangan hanya karena ditinjau Bapak Presiden saja semangat. Ini tugas pemerintah daerah untuk organisir masyarakat," imbuhnya.

Masih menyangkut bencana asap, dia menyatakan bahwa pemerintah pusat telah berupaya maksimal menanggulanginya.

"Kabut asap yang menimpa Sumatera dan Kalimantan, dengan cepat Bapak Presiden kumpulkan menteri, BIN, Kapolri, Panglima TNI untuk mempercepat pemadaman api serta mengidentifikasi masalah yang ada," katanya.

Dia mengemukakan, kebakaran hutan disebabkan beberapa faktor. Misalnya, oknum pemilik perkebunan menyuruh warga sekitar untuk membakar lahan. "Tentu cost murah dan kalau ada pelanggaran warga sekitar yang menanggungnya. Ini yang tidak seharusnya terjadi," tukasnya.

"Perintah Bapak Presiden kepada Kapolri dan kepala daerah yakni tegakkan hukum. Ada perorangan, kelompok, perusahaan nasional atau asing harus ada tindakan tegas. Berikan sanksi, cabut izinnya. Karena ini sudah mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat sehari-hari serta kesehatan," ucapnya.

Dia mengapresiasi bantuan negara-negara sahabat untuk pemadaman api akibat kebakaran hutan dan lahan gambut.

Sebelumnya, dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap agar forum bulan PRB di Solo dapat menjadi momentum berhaga bagi Jateng, Indonesia dan dunia. "Semua punya cerita, berbagi pengalaman dan ketrampilan agar kita bisa selamatkan banyak manusia dari bencana," katanya.

Dia menambahkan, Jateng dan Indonesia bak supermarket bencana. "Kalau kita biarkan tanpa pelatihan terhadap masyarakat, maka saat bencana, banyak nyawa melayang sia-sia," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon