Helikopter Basarnas Nyaris Tabrak Gunung
Jumat, 16 Oktober 2015 | 20:33 WIB
Samosir - Pencarian Helikopter EC 130 dan empat penumpang, hampir saja merenggut korban jiwa. Soalnya, helikopter milik Badan Sar Nasional (Basarnas), yang melakukan penyisiran di atas perairan Danau Toba, nyaris menabrak gunung.
"Ada berkali-kali nyaris menabrak gunung. Ini terjadi karena kabut asap mengganggu proses pencarian. Sehingga, proses pencarian melalui udara tidak maksimal," ujar pilot Basarnas, Kapten Chandra, Jumat (16/10).
Chandra mengatakan, kondisi di kawasan Danau Toba belum mendukung proses pencarian empat penumpang helikopter yakni, pilot Teguh Mulyanto, teknisi Hari Poerwantono, dan dua penumpangnya, Nurhayanto dengan Giyanto.
"Jarak dari posko ini ke seberang danau tidak begitu jauh. Begitu terbang langsung sampai di seberang. Namun, daerah pencarian ini banyak gunung, yang terhalangi kabut asap. Jarak pandang secara visual tidak memungkinkan," katanya.
Ketua Tim Sar, Kolonel Infantri Fachry, menyampaikan, proses pencarian empat penumpang heli masih terus dilakukan di perairan Danau Toba. Pencarian itu difokuskan di perairan Danau Toba kawasan Balige dan Porsea.
Kedua kawasan itu menjadi fokus pencarian karena arus danau itu yang mengarah ke lokasi dimaksud. Pencarian itu melibatkan tim gabungan yang lebih dari 800 orang. Petugas itu menggunakan 12 speed boat, perahu karet, kapal Polri dan TNI, dan lainnya.
Sementara itu, Basarnas memprediksikan, kecil kemungkinan pilot Helikopter EC 130, Teguh Mulyanto, teknisi Hari Poerwantono, dan dua penumpangnya, Nurhayanto dengan Giyanto, ditemukan dalam kondisi hidup di Danau Toba.
"Pencarian terhadap empat orang lainnya setelah penemuan Frans dalam kondisi selamat, masih terus dilakukan. Namun, mengingat sudah empat hari jika berada di perairan Danau Toba, maka kecil kemungkinan ditemukan selamat," ujar Koordinator Basarnas, Zul Indra.
Kendati kecil kemungkinan, Zul Indra mengharapkan, ada mukjizat terhadap empat orang yang dicari tersebut. Sehingga, regu penolong dapat menemukannya dalam keadaan selamat. Jika kondisi orang yang dicari sudah meninggal dunia maka pencarian memakan waktu sampai tujuh sampai delapan hari ke depan.
"Mukjizat itu merupakan sesuatu yang tidak disangka-sangka. Seperti semalam itu, ketika kita menemukan salah seorang korban dalam keadaan selamat. Padahal, temperatur air danau sangat dingin, apalagi sampai dua hari di tengah perairan.
Menurutnya, sulit menemukan para korban jika sudah meninggal dunia di hari kelima proses pencarian.
"Jika memang ditemukan tewas maka korban akan mengapung di hari ketujuh atau delapan. Namun, pencarian tidak akan dihentikan," sebutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




