GAMKI Sesalkan Kekerasan di Aceh Singkil
Minggu, 18 Oktober 2015 | 19:07 WIB
Jakarta - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menyayangkan praktik kekerasan dan politisasi atas nama agama di Aceh Singkil, beberapa waktu lalu. Ketua Umum DPP GAMKI, Michael Wattimena berharap, peristiwa tersebut tidak terulang kembali, baik di Aceh Singkil atau di seluruh wilayah Tanah Air.
"Kami mengajak masyarakat agar tidak melakukan ataupun terpengaruh oleh segala bentuk provokasi yang berpotensi memperkeruh suasana," katanya, Jakarta, Minggu (18/10).
Dia menyerukan, agar aksi kekerasan dan politisi atas nama agama segera dihentikan.
"Bentuk kekerasan apapun tidak harus terjadi, karena akan merugikan kita semua. Apalagi konflik horizontal," ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Papua Barat ini.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pemerintah pusat, pemerintah Aceh, TNI, dan Polri harus memberikan perhatian serius, terutama memastikan kepulangan para pengungsi secara baik.
"Di sisi lain perlu ada jaminan keamanan, dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat di Kecamatan Gunung Meriah dan Aceh Singkil seperti sedia kala," ujarnya.
"Kita mendorong dan mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk bekerja maksimal dalam menangani korban serta melakukan proses hukum yang adil dan tegas terhadap seluruh pihak yang bersalah yang berakibat pada terjadinya tragedi tersebut," lanjutnya.
Sebagai bentuk kepedulian, DPP GAMKI melakukan aksi tanda tangan dan bagi-bagi bunga pada Sabtu (17/10). GMKI juga memberikan sumbangan bagi masyarakat di Aceh Singkil sebesar Rp10 juta.
"Aksi ini adalah dalam rangka untuk membangun keharmonisan di antara sesama," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




