Menkes Harap Masyarakat Gunakan Kontrasepsi Jangka Panjang

Selasa, 20 Oktober 2015 | 12:23 WIB
CO
B
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: B1
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek (kedua kiri) didampingi Wali Kota Palangkaraya HM Riban Satia (kiri) meninjau UPTD Puskesmas Pahandut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 15 Oktober 2015
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek (kedua kiri) didampingi Wali Kota Palangkaraya HM Riban Satia (kiri) meninjau UPTD Puskesmas Pahandut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 15 Oktober 2015 (Antara/Ronny NT)

Bekasi - Menteri Kesehatan (menkes), Nila F Moeloek berharap, metode kontrasepsi jangka panjang lebih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dibandingkan kontrasepsi jangka pendek.

"Ternyata suntik KB (Keluarga Berencana) lebih banyak digunakan dibandingkan dengan kontrasepsi jangka panjang," ujar Nila, saat ditemui dalam pembukaan Workshop Nasional Peningkatan Pelayanan KB Melalui Penguatan Pelayanan KB Pasca Kelahiran dan Keguguran, di Bekasi, Senin (20/10).

Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, suntik KB paling banyak digunakan di Indonesia dengan persentase mencapai 31,9 persen, sementara penggunaan IUD (intra uterine device) hanya mencapai 3,9 persen.

"Mari kita coba mengubah hal ini. Kita harus mengubah mindset dari menggunakan kontrasepsi jangka pendek ke kontrasepsi jangka panjang, karena dengan suntik KB, risiko untuk gagal lebih besar dibandingkan dengan IUD," tutup Nila.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon