Polres dan Polsek di Sulselbar Sosialisaikan Bahaya Kebakaran Hutan

Minggu, 25 Oktober 2015 | 04:51 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi kebakaran hutan.
Ilustrasi kebakaran hutan. (Antara/Nova Wahyudi)

Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memerintahkan seluruh jajarannya mulai dari tingkat Polres hingga Polsek agar senantiasa turun melakukan pertemuan kepada para petani untuk mengingatkan bahaya kebakaran hutan.

"Polda yang membawahi wilayah hukum Sulsel dan Sulbar harus selalu siaga tidak terkecuali permasalahan kabut asap yang bersumber dari kebakaran lahan," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN), di Sulsel dan Sulbar terdapat beberapa potensi titik api (hot spot).

Frans mengaku jika jumlah hot spot yang dipantau itu melalui satelit Terra Aqua mendeteksi ada sekitar 3.226 hot spot. Di Sulsel jumlah hot spot sebanyak 23 dan Sulbar sebanyak 9 hot spot.

"Beberapa hot spot yang telah dipantau oleh satelit Terra Aqua ini mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak termasuk dari anggota Polres dan Polsek," katanya.

Frans menyebutkan, para kapolsek bersama anggota babinkamtibmas terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena rentangnya kebakaran lahan di musim kemarau ini.

Selain itu, berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan jika sebagian daerah di Sulsel selama sebulan terakhir ini sudah mencatat jumlah kebakaran hutan.

Akibatnya, kabut asap melanda sebagai wilayah di Sulsel. Sebagian kabut asap yang ada di Sulsel selain dari kebakaran lahan, juga adanya kiriman asap dari Kalimantan dan sekitarnya.

"Sampai saat ini ada sekitar 30 titik api dan itu sudah menghanguskan sekitar 183 hektare lahan hutan yang tersebar di Sulsel. Ada juga yang milik warga," kata Kadis Kehutanan Sulsel, Sukri Mattinetta.

Kabut asap yang melanda Sulsel, juga sudah menjadi perhatian Pemprov Sulsel. Sukri menegaskan, sudah ada instruksi dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada semua pihak untuk bahu membahu memadamkan titik api.

Titik api yang terpantau itu ada di wilayah Kabupaten Maros, Gowa, Jeneponto, Tana Toraja, dan sebagian besar di Luwu.

Sementara itu, data kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang diperoleh sepanjang Januari-Oktober 2015 mencapai 541,85 hektare dengan total sebanyak 90 titik api tersebar di beberapa lokasi.

"Sepanjang Januari hingga awal Oktober 2015 hutan tim gabungan berhasil memadamkan api di sejumlah lokasi dengan total 541 hektare lebih," kata Kepala Dinas Kehutanan Luwu Timur Andi Makkaraka.

Berdasarkan data untuk jumlah kebakaran hutan seperti Hutan Cagar Alam sekitar lima hektare, Hutan Lindung 150,50 hektare, Hutan Produksi Terbatas 116 hektare, Hutan Areal Penggunaan Lain (APL) 270,35 hektare, total 541,85 hektare.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon