Pentingnya Memilih Sepatu Tepat untuk Anak
Rabu, 15 Februari 2012 | 20:25 WIB
Kaki anak masih belum berbentuk.
"Kaki ibarat fondasi bangunan, tetapi tersusun dari tulang ligamen dan disokong otot. Kaki menopang badan manusia dan beban kerjanya cukup berat. Saat berjalan, kaki membawa beban 1,5 kali berat badan. Sementara saat berlari, bebannya meningkat menjadi 4 kali berat badan. Penting untuk menjaga kesehatan kaki sejak dini," jelas Julie Norton, konsultan kesehatan kaki dari BodyClinicIndonesia saat pembukaan butik sepatu khusus anak, Stride Rite, di Gandaria City, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Norton, kondisi kesehatan kaki anak terpengaruh pula dari pemilihan sepatunya saat masih kecil.
"Kaki anak-anak di bawah 5 tahun masih sangat lembut dan belum terbentuk. Kalau memakai sepatu yang salah, maka sama dengan kita mencetak sesuatu yang lembut ke arah yang salah," jelas Norton.
Bentuk kaki anak bisa berubah dan terbentuk ke arah yang salah tanpa ada perasaan sakit. Karenanya, bisa bermasalah di kemudian hari jika sepatu yang dikenakan anak tidak berukuran tepat.
"Kaki anak harus dibiarkan tumbuh apa adanya, tanpa batasan atau tekanan," jelas Norton.
Berikut ini beberapa tips Norton dalam memilih sepatu yang tepat untuk anak:
- Saat akan membeli sepatu, cobakan pada anak. Saat dikenakan, pastikan ada ruang antara ujung jari kaki tertinggi dengan ujung sepatu, kira-kira harus ada ruang sekitar 1-2 cm. "Anda bisa menekan ruang itu dengan ibu jari tangan orang dewasa dengan arah menyamping untuk memastikan memang ada ruang. Ini penting untuk memberikan ruang tumbuh pada kaki anak," tutur Norton.
- Pastikan panjang sepatu cukup melindungi kaki anak, jangan terlalu panjang, karena anak bisa tergelincir, jangan pula terlalu sempit. "Sering ditemukan sepatu anak terlalu sempit. Setengah dari sekitar 1.724 anak berusia antara 3-10 anak dalam penelitian di Austria, berjalan menggunakan sepatu yang sempit," kata Norton.
- Cek pula lebar sepatu anak. Caranya, selipkan satu jari telunjuk orang dewasa ke dalam sepatu anak saat ia sedang mengenakan sepatunya. Pastikan ada cukup ruang dan jari Anda bisa bergerak menyusur sisi sepatu, tidak terlalu sempit, tidak pula terlalu longgar. Lagi-lagi, supaya kaki anak tidak tertekan.
- Lihat bagian belakang sepatu anak, jangan sampai terlalu mencubit karena bisa mengakibatkan lecet, jangan pula terlalu longgar sehingga membuatnya tergelincir.
- Hindari hak tinggi pada sepatu anak. "Jangan biarkan anak memakai sepatu yang memiliki hak tinggi. Karena kaki anak belum banyak memiliki tulang berbentuk. Memakai hak tinggi bisa memengaruhi bentuk kaki anak," kata Norton.
- Ganti sepatu anak setiap 6 bulan dan ukur kembali kaki anak setiap 3 bulan. Jangan lupa untuk mengganti pula ukuran kaus kaki setiap ukuran sepatu berganti.
- Usahakan jangan memberikan sepatu satu anak ke anak lain karena bentuk kaki setiap anak berbeda-beda.
- Pastikan alas sepatu anak selalu dalam keadaan baik. Ganti sepatu bila alas kakinya rusak.
- Pilih sepatu anak yang sifatnya fleksibel agar bisa mengikuti gerakan kaki anak yang masih bertumbuh. Kaki anak yang dibalut sepatu harus bisa bernapas dan berkembang, tidak menekan karena kekakuan bahan sepatu.
- Paling penting untuk memperhatikan ukuran kaki anak di antara usia 1-5 tahun, karena di usia ini kaki anak sedang berkembang pesat. Setelah usia itu, perkembangannya melambat.
"Kaki ibarat fondasi bangunan, tetapi tersusun dari tulang ligamen dan disokong otot. Kaki menopang badan manusia dan beban kerjanya cukup berat. Saat berjalan, kaki membawa beban 1,5 kali berat badan. Sementara saat berlari, bebannya meningkat menjadi 4 kali berat badan. Penting untuk menjaga kesehatan kaki sejak dini," jelas Julie Norton, konsultan kesehatan kaki dari BodyClinicIndonesia saat pembukaan butik sepatu khusus anak, Stride Rite, di Gandaria City, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Norton, kondisi kesehatan kaki anak terpengaruh pula dari pemilihan sepatunya saat masih kecil.
"Kaki anak-anak di bawah 5 tahun masih sangat lembut dan belum terbentuk. Kalau memakai sepatu yang salah, maka sama dengan kita mencetak sesuatu yang lembut ke arah yang salah," jelas Norton.
Bentuk kaki anak bisa berubah dan terbentuk ke arah yang salah tanpa ada perasaan sakit. Karenanya, bisa bermasalah di kemudian hari jika sepatu yang dikenakan anak tidak berukuran tepat.
"Kaki anak harus dibiarkan tumbuh apa adanya, tanpa batasan atau tekanan," jelas Norton.
Berikut ini beberapa tips Norton dalam memilih sepatu yang tepat untuk anak:
- Saat akan membeli sepatu, cobakan pada anak. Saat dikenakan, pastikan ada ruang antara ujung jari kaki tertinggi dengan ujung sepatu, kira-kira harus ada ruang sekitar 1-2 cm. "Anda bisa menekan ruang itu dengan ibu jari tangan orang dewasa dengan arah menyamping untuk memastikan memang ada ruang. Ini penting untuk memberikan ruang tumbuh pada kaki anak," tutur Norton.
- Pastikan panjang sepatu cukup melindungi kaki anak, jangan terlalu panjang, karena anak bisa tergelincir, jangan pula terlalu sempit. "Sering ditemukan sepatu anak terlalu sempit. Setengah dari sekitar 1.724 anak berusia antara 3-10 anak dalam penelitian di Austria, berjalan menggunakan sepatu yang sempit," kata Norton.
- Cek pula lebar sepatu anak. Caranya, selipkan satu jari telunjuk orang dewasa ke dalam sepatu anak saat ia sedang mengenakan sepatunya. Pastikan ada cukup ruang dan jari Anda bisa bergerak menyusur sisi sepatu, tidak terlalu sempit, tidak pula terlalu longgar. Lagi-lagi, supaya kaki anak tidak tertekan.
- Lihat bagian belakang sepatu anak, jangan sampai terlalu mencubit karena bisa mengakibatkan lecet, jangan pula terlalu longgar sehingga membuatnya tergelincir.
- Hindari hak tinggi pada sepatu anak. "Jangan biarkan anak memakai sepatu yang memiliki hak tinggi. Karena kaki anak belum banyak memiliki tulang berbentuk. Memakai hak tinggi bisa memengaruhi bentuk kaki anak," kata Norton.
- Ganti sepatu anak setiap 6 bulan dan ukur kembali kaki anak setiap 3 bulan. Jangan lupa untuk mengganti pula ukuran kaus kaki setiap ukuran sepatu berganti.
- Usahakan jangan memberikan sepatu satu anak ke anak lain karena bentuk kaki setiap anak berbeda-beda.
- Pastikan alas sepatu anak selalu dalam keadaan baik. Ganti sepatu bila alas kakinya rusak.
- Pilih sepatu anak yang sifatnya fleksibel agar bisa mengikuti gerakan kaki anak yang masih bertumbuh. Kaki anak yang dibalut sepatu harus bisa bernapas dan berkembang, tidak menekan karena kekakuan bahan sepatu.
- Paling penting untuk memperhatikan ukuran kaki anak di antara usia 1-5 tahun, karena di usia ini kaki anak sedang berkembang pesat. Setelah usia itu, perkembangannya melambat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




