Manajemen Go-Jek Sebut Aksi Mogok Diprakarsai Provokator
Senin, 2 November 2015 | 21:10 WIB
Jakarta - Pengemudi Go-Jek mengancam akan melakukan aksi mogok besar-besaran pada Selasa (3/11) besok. Aksi itu sebagai buntut dari pemotongan tarif secara sepihak oleh manajemen Go-Jek.
Jika sebelumnya tarif untuk per kilometer (km) adalah Rp 4.000, kini menyusul kebijakan tarif baru per km, yakni Rp 3.000. Potongan tarif yang diberlakukan sejak Senin (2/11) ini memicu protes para pengemudi hingga akan melakukan aksi mogok.
Menyikapi hal itu, manajemen PT Gojek Indonesia menyayangkan jika mogok benar terjadi. Mereka pun menyebut aksi tersebut diprakarsai oleh provokator. Pesan untuk mogok sebelumnya sudah tersebar di antara sesama pengemudi Go-Jek melalui aplikasi obrolan WhatsApp.
"Kepada rekan-rekan driver. Mari kita berpikir bijak. Kami dari manajemen Go-jek telah mendapatkan info atas masukan dari berbagai sumber bahwa akan diadakan aksi demo/mogok massal/sweeping yang diprakarsasi oleh beberapa provokator. Manajemen sangat menyayangkan hal tersebut," tulis manajemen Go-Jek dalam pesan yang dikirimkan ke seluruh pengemudi pada Senin (2/11).
Rencana aksi mogok itu pun disikapi dengan serius oleh manajemen Go-Jek. Tak tanggung-tanggung, mereka mengancam para pengemudi yang ikut mogok akan dipecat.
"Kami mengambil keputusan bahwa setiap driver yang berpartisipasi atau memprovokasi demo/mogok/sweeping akan diputus kemitraannya," sambung pesan itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




