Calon Wakil Wali Kota Pasuruan Hanya Miliki Kekayaan Rp 10 Juta

Jumat, 13 November 2015 | 08:45 WIB
TR
FH
Penulis: Teguh L Rahmadi | Editor: FER
Ilustrasi pasangan calon
Ilustrasi pasangan calon (Istimewa)

Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), menggelar deklarasi anti korupsi bagi calon kepala daerah di 19 dari 38 kabupaten/kota yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang. Deklarasi dilakukan di Gedung Auditorium Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (12/11).

"Kami ingin kepala daerah di Jatim yang ikut Pilkada serentak, bersih dari korupsi, dan masyarakat tidak salah memilihnya," kata Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, seusai deklarasi.

Di samping itu, lanjut dia, dengan deklarasi ini diharapkan para calon kepala daerah kelak menjadi pemimpin di daerah yang berintegritas dan berkomitmen dalam memberantas korupsi.

Dalam acara deklarasi yang dihadiri calon kepala daerah di 19 kabupten/kota, juga membacakan satu persatu Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah diisi dan dilaporkan ke KPK.

Berdasarkan hasil LHKPN, diketahui harta tertinggi yang dimiliki calon kepala daerah, dipegang oleh Fathul Huda, incumbent dan calon Bupati Tuban, dengan total nilai kekayaannya sebesar Rp 82,9 miliar. Bersama Noor Nahar Hussein, Fathul Huda diusung gabungan Golkar, PKB, Gerindra, PDIP, Demokrat, PKS, PAN, Hanura, PPP, dan Nasdem.

Untuk urutan urutan kedua terkaya adalah Kartika Hidayati, calon Wakil Bupati Lamongan dengan kekayaan Rp 73 miliar. Sementara Fadeli, calon bupati yang menjadi pasangannya memiliki harta kekayaannya Rp 7,135 miliar.

Kemudian, Calon Bupati Kediri, Haryanti, menjadi calon kepala daerah nomor tiga paling kaya dengan jumlah harta mencapai Rp 58,7 miliar.

Kekayaan Terendah
Sementara itu, untuk kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, dari hasil LHKPN juga diketahui, dari calon yang berlaga, Whisnu Sakti Buana adalah yang paling kaya mencapai Rp 20 miliar. Sedangkan pasangannya sebagai Wali Kota yang diusung PDI-P, Tri Rismaharini, mempunyai kekayaan Rp 1,8 miliar.

Sementara untuk Rasiyo, memiliki kekayaan Rp 7,7 miliar, dan calon wakilnya, Lucy Kurniasari, sebesar Rp 12 miliar. Keduanya diusung Partai Demokrat dan PAN.

Dalam LHKPN, kandidat yang memiliki kekayaan terendah adalah calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan, Yus Syamsul Hadi dan Agus Wibowo. Yus, memiliki total kekayaan Rp 46 juta. Sedangkan Agus, hanya memiliki Rp 10 juta. Keduanya maju melalui jalur perseorangan.

"Terus terang saja, saya tidak mempunyai rumah karena saat ini masih kontrak. Kekayaan saya hanya satu, sepeda motor keluaran tahun 2012 dengan harga Rp 12 juta, tapi saya juga punya utang Rp 2 juta. Jadi, kekayaan saya hanya Rp 10 juta," kata Agus, seusai deklarasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon