Demi Keamanan, Bila Perlu Pemerintah Keluarkan "Travel Warning" ke Paris

Sabtu, 14 November 2015 | 19:19 WIB
MS
FH
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FER
Sejumlah polisi Prancis bersiaga di depan Stade de France, Saint Denis, Paris Utara, usai insiden teror yang terjadi saat laga persahabatan antara Prancis melawan Jerman, 13 November 2015.
Sejumlah polisi Prancis bersiaga di depan Stade de France, Saint Denis, Paris Utara, usai insiden teror yang terjadi saat laga persahabatan antara Prancis melawan Jerman, 13 November 2015. (AFP/Franck Fife)

Jakarta - Pemerintah diharapkan bisa memastikan keselamatan warganya yang sedang berada atau hendak bepergian ke Paris, Prancis. Hal itu menyusul adanya serangan yang menyebabkan ratusan warga sipil di Prancis tewas.

"Kemlu melalui KBRI Paris harus memastikan apakah ada WNI yang menjadi korban dalam kejadian di Paris tersebut," kata Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris, Sabtu (14/11).

Politisi PDIP ini menilai, Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Prancis juga harus segera menganalisa situasi di sana untuk segera mengambil kebijakan strategis.

"Jika memang diperlukan pemerintah Indonesia bisa mengeluarkan 'travel warning' sampai situasi di sana benar-benar kondusif," kata dia.

Dia menyarankan, pihak KBRI juga harus proaktif berkomunikasi dengan semua WNI yang ada di Prancis agar waspada dan berhati-hati.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon