Walikota Payakumbuh Siap Jadi Ketua Umum IA ITB
Minggu, 3 Januari 2016 | 13:21 WIB
Jakarta - Sukses membenahi Payakumbuh, Sumatera Barat, Riza Falepi merasa terpanggil ingin memajukan almamater, Institut Teknologi Bandung (ITB). Caranya, pria yang menjabat Walikota Payakumbuh ini, mengikuti bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2016-2020 yang akan berlangsung 23 Januari 2016, di Bandung.
Lulusan S-1 Teknik Elektro (1989) dan Magister Tekno Ekonomi ITB ini, maju ke bursa pemilihan Ketua Umum IA ITB, karena banyak mendapat masukan dan dukungan dari para seniornya yang beranggapan ITB seolah telah kehilangan rohnya sebagai garda depan pembangunan bangsa.
"Saya terpanggil maju karena banyak alumni ITB yang tidak berani berteriak lantang melihat banyaknya masalah di negeri ini," katanya, Minggu (3/1).
Rencananya, pemilihan IA ITB akan dilakukan dengan cara datang langsung ke puluhan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dipusatkan di Bandung. Selain itu, pemilihan juga dilakukan melalui elektronik voting.
Dalam pemilihan Ketum IA ITB Riza akan bersaing dengan Ridwan Djamaluddin (Kemenko Kemaritiman dan Sumberdaya), Pontas Romulo Tambunan (CEO PT Kilat Wahana Jenggala), dan Hiramsyah S. Thaib (CEO PT Teknologi Riset Global).
Sebagai kandidat Ketua Umum IA ITB, Riza mengusung visi ingin ITB menjadi organisasi modern dan rumah bersama alumni ITB yang mampu memberikan akselerasi bagi alumni ITB dalam berkarya, berkontribusi, dan memimpin bangsa di seluruh daerah dan berbagai bidang profesi dan lembaga.
Selain itu, dirinya berkeinginan melakukan beberapa pembenahan seperti penataaan data alumni yang memberikan gambaran dan informasi terkini dari anggota, pembenahan tata kelola IA ITB, menjadi organisasi mandiri dari dan untuk alumni, penataaan masing masing bidang yang berfokus pada menumbuh tebarkan potensi alumni.
Bukan hanya itu, Riza ingin menumbuhkan kepercayaan alumni kepada IA-ITB, dengan menyelenggarakan pertemuan mempererat persaudaraan, kuliah terbuka dan pemagangan, menumbuhkan jejaring alumni untuk menarik setiap aspirasi dan potensi alumni , melalui pelatihan dan pembimbingan karir profesi dan wirausaha dan menumbuh kembangkan kompetensi dan kepemimpinan Alumni untuk negeri, melalui pelatihan kepemimpinan.
"Saya akan menebarkan potensi dan kompetensi alumni diseluruh sendi bangsa, promosi Pemikiran Alumni serta karir politik dan pemerintahan. Selain itu, menebarkan alumni keseluruh negeri, yang secara mandiri menata, mendorong kemitraan antar alumni, almamater, dunia bisnis dan pemerintah," kata Riza.
Ketika berkeliling untuk pencalonan, lanjut dia, banyak alumni yang apatis pada IA ITB. Padahal, kata dia, seharusnya para alumni yang cerdas tersebut, mau berbuat banyak untuk kemajuan bangsa. Bahkan, banyak yang tanya apa untungnya IA ITB.
"Jujur, saya tadinya tak berani mengajukan diri sebagai ketua, saya hanya walikota kota kecil," kata pria kelahiran Payakumbuh, 17 Juni 1970 ini.
Apalagi, kata dia, Ketua Umum IA ITB selama ini selalu pejabat di tingkat pusat, menteri atau deputi menteri. Ketua IA ITB terakhir adalah Sumaryanto Widyatin (deputi Menteri BUMN), menggantikan Hatta Rajasa (saat itu Menteri di Kabinet SBY), sebelumnya juga Laksamana Sukardi dan Cacuk Sudaryanto (alm).
Meski demikian, keberhasilan Riza memimpin Payakumbuh sejak 3 tahun lalu sangat pesat. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Payakumbuh juga berada diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yakni sekitar 6-7 persen. Tahun 2015, Riza telah mempersembahkan sekitar 50 penghargaan selama 3 tahun menjabat. Bahkan, di bidang kebersihan dan lingkungan, kota penghubung Padang dan Pekanbaru itu baru saja menyabet piala Adipura yang ketujuh kalinya pada tahun 2015.
"Di sektor pertanian, kami laksanakan ekstensifikasi padi. Orang kalau mau ke sawah itu effort-nya sama apakah sawah yang menghasilkan 4 ton atau 8 ton per hektar. Jadi, kami bantu masyarakat untuk menggunakan bibit padi yang unggul, lalu bagaimana cara bercocok tanam yang baik dan benar. Sehingga, kami bisa tingkatkan produksi rata rata dari 4-5 ton per hektar menjadi antara 6-8 ton per hektar," tambah dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




