Jokowi: Hindari Kevakuman Pemerintahan di Daerah

Jumat, 8 Januari 2016 | 16:04 WIB
CP
FH
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FER
Ilustrasi Pilkada Serentak
Ilustrasi Pilkada Serentak (Beritasatu.com)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap tidak terjadi kevakuman pemerintahan di daerah. Hal itu terkait telah dilaksanakannya Pilkada Serentak 2015.

"Prinsipnya, Presiden tidak ingin terjadi kevakuman terlalu lama," kata Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (8/1).

Dia menjelaskan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih akan dilantik di Istana Jakarta. "Bagi yang tidak ada sengketa segera dilantik di Istana. Bagi bupati dan wali kota yang juga tidak ada sengketa akan diminta Mendagri mempersiapkan semuanya," jelas Pramono.

Tidak tertutup kemungkinan, lanjut Pramono, pelantikan bupati dan wali kota terpilih akan dilakukan juga di Istana.

"Apakah dilaksanakan di ibukota provinsi masing-masing? Presiden ingin meminta bupati dan wali kota merasakan dilantik di Istana," imbuhnya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo pernah mengungkapkan alasan rencana pelantikan digelar secepatnya. "Tujuan 9 Desember pilkada serentak, Januari dilantik langsung kerja," kata Tjahjo.

Tjahjo menuturkan, daerah yang saat ini dipimpin seorang penjabat kepala daerah sementara, tidak dapat membuat kebijakan strategis.

"Kan kalau sudah dilantik kan bisa langsung kerja, sehingga penyerapan anggaran akan lebih baik. Kalau ada RAPBD-P juga sudah dilakukan," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon