Menteri PPPA Kunjungi Bocah Korban Pemukulan Marinir

Rabu, 13 Januari 2016 | 04:30 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
B1 Default Abu-Abu
B1 Default Abu-Abu (BeritaSatu.Com/B1)

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise, menyambangi Rumah Sakit Prikasih menjenguk Thoriq, bocah berusia 13 tahun yang mengalami luka lebam di wajah dan punggungnya, diduga dianiaya oknum anggota Marinir, lantaran dituding mencuri seekor burung.

"Saya hadir di rumah sakit ini untuk melindungi anak-anak. Saya hanya menjalankan tugas saya antar-kementerian dan lembaga serta mengecek apakah berita itu betul terjadi. Kondisinya saya lihat memang ada tanda-tanda penganiayaan, tapi saya belum bisa pastikan karena apa. Saya harus kaji lagi dengan tim saya," ujar Yohana usai menjenguk korban, Selasa (12/1).

Dikatakan Yohana, sebagai perwakilan negara, apabila ada kasus terkait anak dirinya harus mengecek secara langsung terkait kebenaran kasus.

"Keluarga cerita kepada saya bagaimana anak itu dianiaya dan lainnya. Namun, saya belum bisa memastikan kebenaran dari cerita itu. Kita kaji dulu. Tadinya saya mau ketemu dokternya menanyakan perkembangan kesehatan anak itu. Tapi dokternya tidak ada, jadi besok pagi staf saya akan datang untuk memantau kembali," katanya.

Sementara itu, korban Thoriq menceritakan, peristiwa itu bermula ketika dia dan temannya sedang menumpang sepeda motor, di sekitar lokasi kejadian.

Kebetulan pada saat melintas ada layangan putus. Ia dan temannya itu pun langsung mengejar layangan sambil berlari memasuki sebuah komplek. Tiba-tiba, dia dituduh mencuri burung.

"Saya lari, disangkanya saya maling burung. Terus saya bilang saya gak curi burung," katanya.

Sejurus kemudian, dia dibawa seseorang diduga oknum anggota Marinir yang memiliki burung ke sebuah pos. Bahkan, menurutnya, pemilik burung sempat menodongkan pistol. Sontak, korban ketakutan dan merengek meminta untuk dilepaskan.

"Jangan pak, saya takut mati. Sampai di pos dia panggil anak buahnya. Saya dipukulin tiga orang gantian," katanya.

Thoriq mengaku, dia juga dipukuli menggunakan selang air. Rambutnya dijambak sambil dipukuli secara bergantian.

Sementara itu, ayah korban atas nama Purwanto yang mendapatkan kabar anaknya diduga dipukuli langsung menuju ke lokasi.

"Saya ke komplek. Sampai di komplek saya lihat anak saya sudah diikat di sebuah tiang dan ditelanjangi," ucapnya.

Purwanto kemudian meminta agar anaknya dilepaskan. Ia pun sempat dipukul pada bagian perut dan disabet pakai selang air.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon