Buat Masterplan Wisata Kepulauan Seribu, DKI Gandeng Seychelles

Senin, 18 Januari 2016 | 23:18 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat membonceng Bupati Pulau Seribu Tri Djoko.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat membonceng Bupati Pulau Seribu Tri Djoko. (BeritaSatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serius membangun destinasi wisata bertaraf internasional di Kepulauan Seribu. Untuk itu, Pemprov DKI akan membuat masterplan (rencana umum) dan prospektus pengembangan kawasan Kepulauan Seribu dengan menggandeng Pemerintah Seychelles.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat membenarkan Pemprov DKI akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Seychelles untuk mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu.

"Seychelles kan sudah punya nama besar di dunia. Makanya, kami ingin tahu apa saja yang harus disiapkan untuk menyulap wajah Kepulauan Seribu. Ternyata, mereka manawarkan bantuan untuk membuat masterplan pariwisata," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta, Senin (18/1).

Fokus dalam pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu adalah membuat masterplan hingga prosprektus pengembangan pariwisata bertaraf internasional. Alasan perlu dibuat masterplan, meski Pulau Seribu memiliki banyak potensi, tetapi pariwisata di wilayah utara Jakarta masih menghadapi berbagai kendala.

Diantaranya, infrastruktur dan sarana transportasi yang menghubungkan masyarakat di tiap-tiap pulau masih belum optimal. Pembangunan infrastruktur disana terlihat tidak sinergis dengan rencana pengembangan pariwisata.

Karena itu, tawaran pemerintah Seychelles untuk membantu membuat masterplan dan prospektus diterima Pemprov dengan baik. Tetapi, dia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada sister city. Saat ini, ada 21 kota yang tercatat sebagai sister city Jakarta. Namun, hanya 7 daerah yang aktif.

"Kami bukan tidak mau keluarkan MoU (memorandum of understanding), tetapi lebih baik letter of intent saja sehingga ada tindakan nyata untuk mengembangkan pariwisata di Kepulauan Seribu," ujarnya.

Duta Besar Seychelles untuk Asean, Niko Barito menyatakan dengan senang hati membagi pengalaman sukses terkait pengembangan pariwisata pulau-pulau di Seychelles hingga menjadi destinasi top dunia kepada Pemprov DKI.

Inti dari keberhasilan Seychelles, salah satunya dengan mempertahankan kearifan lokal negaranya. Investor besar tidak bisa seenaknya membuka bisnis di Seychelles.

"Pariwisata menjadi leading sector di Seychelles. Kami lihat Kepulauan Seribu juga memiliki potensi yang sama. Kami tak hanya bantu dari sisi perencanaan, tetapi juga merekomendasikan investor untuk menanamkan modal di Kepulauan Seribu," kata Niko.

Dia memaparkan Seychelles saat ini memiliki 119 pulau yang dijadikan tempat wisata. Adapun, jumlah penduduknya hanya 100 ribu orang dengan pendapatan per kapita sebesar US$30 ribu per tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon