Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah KTT Luar Biasa OKI

Jumat, 22 Januari 2016 | 17:36 WIB
NW
YD
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: YUD
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (tengah) bersama Menlu Palestina Riad al-Maliki (kiri) dan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Iyad Ameen Madani (kanan).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (tengah) bersama Menlu Palestina Riad al-Maliki (kiri) dan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Iyad Ameen Madani (kanan). (dok Kementerian Luar Negeri)

Jeddah - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela-sela konferensi tingkat menteri (KTM) Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Jeddah, hari Jumat (22/1), melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Palestina, Riad al-Maliki. Dalam pertemuan itu, al-Maliki menyambut baik langkah Indonesia yang berinisiatif meningkatkan hubungan antara negara-negara Islam di Timur Tengah.

Retno bersama al-Maliki juga melakukan pertemuan dengan Sekjen OKI, Iyad Ameen Madani, untuk membahas rencana Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Extra Ordinary (KTT Luar Biasa) OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al Sharif. KTT tersebut merupakan forum pertemuan para kepala negara yang tergabung dalam OKI.

"KTT itu menurut rencana akan dilaksanakan Maret 2016 di Jakarta dengan mengundang 57 kepala negara OKI yang akan membahas langkah ke depan OKI dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan mencari solusi terhadap isu Al-Quds Al Sharif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir melalui siaran pers, Jumat (22/1).

Arrmanatha mengatakan Palestina juga menyampaikan apresiasi bagi dukungan Indonesia selama ini terhadap perjuangan Palestina. Dalam kaitan ini, Pembukaan Konsul Kehormatan di Ramallah yang peresmiannya akan dilakukan dalam waktu dekat, merupakan dukungan politik yg kuat bagi Palestina.

"Sebagai negara dengan umat Islam terbesar, Indonesia diharapkan dapat terus tingkatkan hubungan dengan negara negara Islam di kawasan. Indonesia dipandang memiliki modal dan kemanpuan untuk memberikan energi positif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi kawasan," tambah Arrmanatha atau biasa disapa Tata.

Menurutnya, kedua Menlu sependapat bahwa tantangan terbesar bagi dunia Islam saat ini adalah radikalisasi dan terorisme. Untuk itu negara negara Islam dan OKI harus harus bekerja sama untuk dapat mengatasi hal ini bersama.

Dalam KTM OKI tersebut, Retno juga menyampaikan harapan Indonesia agar OKI meningkatkan kontribusinya terhadap kerja sama antara negara Islam terutama dalam menyebarkan Islam yang Rahmatan lil Alamin.

"OKI juga diharapkan dapat memberi kontribusi dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah yang merupakan kawasan dengan mayoritas penduduk Islam," kata Tata.

Tata menambahkan pertemuan Menlu RI dan Sekjen OKI juga membahas rencana pembentukan Regional Office OKI di Jakarta. Keberadaan regional office OKI di Jakarta diharapkan dapat meningkatkan program program kerja sama OKI dikawasan Asia Pasific serta mempromosikan kepada dunia Islam bahwa Islam, demokrasi dan modernitas dapat berjalan beriringan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon