1.500 Eks Anggota Gafatar Dibina Dulu Sebelum Pulang
Sabtu, 23 Januari 2016 | 03:17 WIB
Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sedikitnya 1.500 orang pengungsi eks anggota Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan Barat akan mendapatkan pembinaan lebih dulu sebelum dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.
"Mereka didata asal kampung dan keluarganya, setelah itu ditampung di Asrama Haji Donohudan (di Boyolali) untuk diberikan pembinaan mental dan rohani oleh psikolog dan ulama," ujar Ganjar, Jumat (22/1).
Ganjar mengatakan, pihaknya menempatkan ribuan pengungsi eks Gafatar itu dengan pertimbangan Asrama Haji Donohudan berkapasitas besar, dapat menampung 2.000 orang.
Menurut Ganjar, pendataan dilakukan karena para pengungsi yang datang itu bukan hanya berasal dari Jateng, namun juga dari daerah lain di Jawa.
"Dari Jateng mungkin hanya sekitar 200-an orang, selebihnya dari daerah lain. Selesai dibina, mereka kami kembalikan lagi ke daerah asal dan keluarganya masing-masing," ujarnya.
Dikatakan, pembinaan dilakukan sebagai upaya untuk orientasi sebelum kembali ke masyarakat, sebab rata-rata mereka takut pulang karena merasa akan ditolak kehadirannya oleh keluarga atau tetangganya di kampung.
Senada dengan Ganjar, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto menambahkan, untuk teknis pendampingan dari polisi yakni dengan menginterview setiap orang bekas Gafatar yang tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, yang dijadwalkan tiba mulai Rabu (27/1).
"Setibanya para pengungsi di Semarang kita wawancara, kita gali informasi segala macam dari segi spiritual, ideologi hingga dicek kondisi kesehatannya. Setelah itu, langsung dibawa ke Donohudan," ujar Liliek.
Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji menyatakan, pembinaan akan dilakukan oleh para kiai dan psikolog, untuk menghilangkan doktrin-doktrin yang mereka terima selama bergabung dengan Gafatar.
"Pembinaan bisa cepat bahkan bisa juga lambat, tergantung orangnya. Kalau hanya sekadar bergabung karena ikut-ikutan teman atau saudara, mungkin bisa lebih cepat. Namun kalau doktrinnya sudah kuat, maka prosesnya kemungkinan bisa lebih lama," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




