BMKG: Siklon Tropis Corentin Tak Berdampak ke Indonesia

Senin, 25 Januari 2016 | 19:24 WIB
AR
WP
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: WBP
Ilustrasi hujan deras.
Ilustrasi hujan deras. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan siklon tropis Corentin di Samudera Hindia tidak  berdampak signifikan pada cuaca di Indonesia pada saat ini. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/1) menanggapi beredarnya informasi tentang dampak siklon tropis yang terjadi di Samudera Hindia.

Yunus menegaskan informasi tersebut bukan bersumber dari BMKG. Sebagian besar informasi tidak sesuai dengan kondisi faktual dan dapat membingungkan masyarakat. "Memang benar saat ini 25 Januari 2016 tumbuh siklon tropis Corentin di Samudera Hindia sekitar 75.9 BT 27.2 LS (Barat-Barat Daya Australia), namun bergerak ke arah selatan dan menjauhi wilayah Indonesia," katanya.

Yunus mengungkapkan jika memperhatikan posisi siklon yang cukup jauh, maka tidak memberi dampak signifikan pada cuaca di Indonesia saat ini.

Namun kondisi pada akhir Januari 2016 terpantau beberapa fenomena atmosfer yang dapat mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia. Faktor tersebut antara lain peningkatan aktifitas monsoon dingin Asia yang berpotensi menguat dalam beberapa hari ke depan. Hal lain yang turut mempengaruhi adalah fase basah pada osilasi barat-timur (Osilasi Madden Julian) yang akan masuk wilayah maritim kontinen Indonesia. "Angin baratan kembali muncul seiring dengan menguatnya indeks surge. Kemudian moda dipole memberikan penambahan pasokan uap air, khususnya di wilayah Indonesia bagian Barat," ucapnya.

Berdasarkan faktor tersebut tambahnya, diperkirakan potensi hujan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan khususnya di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Jabodetabek, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Maluku bagian Tengah dan Papua bagian Tengah. Selain itu mengacu pada kondisi itu diprediksi terjadi peningkatan gelombang di wilayah perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe, Laut Maluku, Perairan utara Papua dan Papua Barat.

Yunus mengatakan masyarakat diharapkan mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, banjir bandang dan angin kencang, terutama di daerah yang tersebut di atas serta wilayah yang rentan terjadi bencana. Masyarakat juga diharap dapat mengakses informasi cuaca dan iklim BMKG resmi pada web www.bmkg.go.id atau twitter @infoBMKG.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon