Optimalkan Dana Desa Untuk Atasi Kelangkaan Pangan

Sabtu, 30 Januari 2016 | 16:19 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjadi Keynote Speech dalam acara Seminar Nasional Pelantikan dan musyawarah kerja nasional Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia yang juga dihadiri Ketua Umum PISPi perhimpunan sarjana pertanian indonesia Ir. Sunarso M.Si, Ketua dewan penasihat Ir. Fary Francis MMA, Dr. Arief Satria Ketua Dewan Pakar, Ir. Salman Dianda Anwar Ketua Dewan Pengawas PISPI di Balai Kartini Jakarta, Sabtu 30 Januari 2016.
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjadi Keynote Speech dalam acara Seminar Nasional Pelantikan dan musyawarah kerja nasional Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia yang juga dihadiri Ketua Umum PISPi perhimpunan sarjana pertanian indonesia Ir. Sunarso M.Si, Ketua dewan penasihat Ir. Fary Francis MMA, Dr. Arief Satria Ketua Dewan Pakar, Ir. Salman Dianda Anwar Ketua Dewan Pengawas PISPI di Balai Kartini Jakarta, Sabtu 30 Januari 2016. (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Jakarta - Indonesia terancam bakal mengalami kelangkaan bahan pangan. Menghadapi hal ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar, siap membantu mengatasi hal tersebut melalui desa.

"Pertanian dan perkebunan itu kan datangnya dari desa. Akan kita maksimalkan pertanian di desa dengan memanfaatkan dana desa," ujar Marwan di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (30/1).

Produksi bahan pangan lokal, kata dia, saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan lokal. Terbukti, hingga Agustus 2015, Indonesia telah mengimpor beras sebanyak 35,818 ton. Bahan pangan ini, bahkan harus didatangkan dari sejumlah negara negara tetangga semisal Vietnam, Myanmar, Thailand dan sejumlah negara lainnya.

"Melalui dana desa, kita akan mengembangkan pertanian di desa-desa dengan melakukan pembangungan irigasi misalnya. Intinya, banyak hal yang bisa kita lakukan dengan mengoptimalkan peran dana desa," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Marwan mengajak Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PSPI), untuk turut membantu mengembangkan dan mempertahankan pertanian di Indonesia. Bahkan, kata Marwan, pihaknya siap melakukan kerjasama ddalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU), untuk saling bersinergi dalam membangun pertanian di desa.

"Kita bisa saling berkolaborasi. Bahkan, saya harap kontribusi para sarjana pertanian ini dapat memberikan inovasi dan kreatifitas baru untuk pertanian Indonesia," ujarnya.

Dengan mengembangkan potensi pertanian di desa-desa tersebut, kata Marwan, Indonesia akan terhindar dari kelangkaan bahan pangan dan terbebas dari impor.

"Indonesaia sejatinya merupakan negara agraris dengan dasar utamanya adalah sektor pertanian. Meskipun Indonesia akan menjadi poros maritim dunia, namun pertanian dan perkebunan tidak boleh dilupakan. Hal ini harus terus dikembangkan," tegas Marwan.

Dalam mengembangkan pertanian di Indonesia, lanjutnya, Kementerian Desa akan menekankan pada dua kunci pokok. Pertama, kata Marwan, dengan membangun dan memperkuat pertanian di desa. Kedua, dengan memperkuat kelembagaan pertanian di desa.

"Kedua hal ini, akan menjadi suatu lompatan yang luar biasa, untuk memperkuat desa dan lebih menarik secara ekonomis," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon