Implementasi 5G Butuh Ekosistem Baru
Rabu, 2 Maret 2016 | 19:21 WIB
Jakarta - Komersialisasi layanan 4G-LTE di Indonesia baru dimulai akhir tahun lalu. Namun sudah muncul wacana mengenai menerapkan jaringan komunikasi generasi kelima atau 5G. Padahal ternyata perpindahan jaringan dari 4G ke 5G sangat berbeda dengan perpindahan dari 2G ke 3G, atau dari 3G ke 4G.
Head of Marketing & Communication PT Nokia Solution and Networks Indonesia, Niko Steffanus Sutikno, menjelaskan, jaringan 5G merupakan sesuatu yang baru, sehingga untuk membangunnya dibutuhkan ekosistem yang baru.
"5G itu sesuatu yang baru, tidak ada hubungannya dengan 4G. Dia harus membuat ekosistem yang baru, ekosistem yang dirancang untuk lebih ke arah mass machine dan critical machine. Mass machine itu berupa perangkat smartphone, sementara critical machine contohnya pada aplikasi banjir. Di situ ada critical machine-nya yang memberi peringatan apabila airnya sudah naik dan harus segera mengungsi. 5G itu ada di tengah-tengah mass machine dan critical machine," terang Niko Steffanus, di Jakarta, Rabu (2/3)
Nokia yang kini lebih berfokus pada penyediaan infrastuktur telekomunikasi mengaku telah siap mengimplementasikan teknologi 5G. Serangkaian ujicoba juga telah dilakukan di beberapa negara, termasuk di Jepang yang tengah bersiap-siap menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2020.
Jaringan 5G menurut Niko juga punya peran yang sangat penting di era Internet of Things (IoT), tidak sekedar menghadirkan kecepatan transfer data yang jauh lebih kencang dari jaringan 4G yang ada saat ini.
"5G bisa membuat komunikasi machine to machine berjalan lancar. Misalnya di Jepang yang sedang melakukan ujicoba 5G, kalau kita mengarahkan smartphone ke sebuah gedung, nanti di smartphone itu akan ketahuan apa saja yang ada di gedung tersebut. Lalu apabila kita mengarahkan smartphone ke tulisan kanji yang ada di jalan, nantinya juga bisa ketahuan apa arti tulisan itu dalam bahasa Inggris," papar dia.
Bagaimana dengan Indonesia? Sebelum masuk ke dalam teknologi tersebut, menurut Niko, lebih baik fokus utama diarahkan pada jaringan 4G-LTE yang belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
"Ibarat membangun rumah, saat ini isinya belum penuh. Jadi fokus di LTE saja dulu. Tapi yang pasti untuk 5G-nya Nokia sudah ready. Di Jepang, Nokia juga sudah bekerjasama dengan beberapa operator telekomunikasi," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




