Filipina Selidiki Serangan yang Menimpa Ulama Saudi
Kamis, 3 Maret 2016 | 00:05 WIB
Zamboanga – Pihak berwenang Filipina sedang menyelidiki upaya pembunuhan terhadap seorang ulama berpengaruh yang masuk dalam daftar kelompok Negara Islam (NI), setelah pria bersenjata tewas dan dua tersangka ditangkap.
Dalam kejadian yang terjadi, Rabu (2/3), Ulama Sheikh Aaidh al-Qarni dan Atase bidang keagamaan Kedutaan Besar Arab Saudi di Manila, Saudi Sheikh Turki Assaegh mengalami luka-luka. Serangan penembakan berlangsung saat keduanya meninggakan ruang auditorium universitas, di bagian selatan kota pelabuhan Zamboanga, tempat sang ulama menyampaikan ceramah.
"Polisi Filipina yang mengawal mereka menembak satu orang penyerang tunggal, sedangan dua tersangka lainnya terlihat dengan pria bersenjat yang ditangkap saat mereka mencoba melarikan diri," kata polisi.
Menurut pemimpin komunitas Muslim setempat Wakil Kasim kepada wartawan, saat terjadi peristiwa itu, dirinya berada di auditorium. "Insiden itu berlangsung begitu cepat, tiba-tiba ada suara tembakan," ujar dia.
Juru Bicara Kepolisian Kota, Kepala Inspektur Helem Galvez menyampaikan, pria bersenjata itu tiba-tiba muncul dari kerumunan, bergerak mendekat dan menembak korban saat sedang memasuki mobilnya. Dia menambahkan, tersangka penembakan kemudian berjalan ke sisi lain kendaraan dan menembak atase Saudi.
Menurut laporan polisi, akibat insiden itu, Qarni terkena luka tembak di bahu kanan, lengan kiri dan dada, sedangkan Assaegh tertembak di bagian paha kanan dan kaki kiri.
Polisi juga menemukan surat izin mengemudi mahasisiwa dan kartu identitas pemerintah setempat dari pria itu, yang diidentifikasi sebagai seorang warga Filipina berusia 21 tahun. Namun, polisi menepis adanya dugaan pemalsuan identitas.
Selain itu polisi juga menemukan seragam mahasiswa jurusan teknik di Western Mindanao State University di dalam tas punggung. Namun pihak universtas tidak dapat memberi keterangan apakah pria bersenjata itu terdaftar sebagai mahasiswanya.
Dari rekaman tayangan televisi ABS-CBN terlihat sisa-sisa yang ditinggalkan pria bersenjata. Dia mengenakan penutup kepala, tergeletak tertelungkup di tanah , di samping mobil korban.
Di sisi lain, para militan NI yang menguasai wilayah-wilayah di Irak dan Suriah menyebut aksi itu sebagai aksi tunggal. Sang penembak bekerja sendiri untuk menyerang Qarni dan beberapa ulama Saudi lainnya yang dituding murtad seperti yang disampaikan dalam majalan bulanan online mereka, Dabiq.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




