Deddy Mizwar Fokus Tuntaskan Jabatan Wakil Gubernur Jabar

Sabtu, 12 Maret 2016 | 09:31 WIB
AM
B
Penulis: Adi Marsiela | Editor: B1
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (deddymizwar.net)

Bandung- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku dirinya sudah didekati partai politik terkait pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. "Ya ngobrol-ngobrol biasa. Mau DKI (Jakarta), mau Jabar ini sebuah proses. Belum ada kepastian, termasuk hidup kita besok belum tentu hidup. Kita jalani saja," ungkap pejabat yang merintis karirnya sebagai aktor film ini di Bandung, Jumat (11/3).

Meski demikian, Deddy tidak mau mengungkapkan partai politik mana yang mengajaknya berdiskusi soal pencalonan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Pemeran Naga Bonar ini mengaku, pendekatan itu tidak hanya datang dari satu partai politik saja.

"Parpol sedang juga kalau lebih dari tiga sudah jadi besar. Kita ikuti saja, dengarkan pandangan-pandangan dan harapan mereka," papar Deddy.

Salah satu partai politik yang melirik Deddy untuk pemilihan kepala daerah itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS bidang wilayah dakwah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, Tate Qomarudin membenarkan hal tersebut. "Deddy Mizwar ternyata masuk juga. Teman-teman Jakarta memberikan aspirasi itu," imbuh Tate.

Sebelumnya, PKS juga sudah melirik beberapa nama dari kalangan internal seperti Muhamad Idrus dan Nur Mahmudi Ismail, mantan Wali Kota Depok. Selain itu, PKS juga membuka peluang untuk calon-calon dari luar partainya seperti Sandiaga Uno dan Adhyaksa Dault.

"Semula ada Ridwan Kamil tapi menyatakan tidak masuk. Semua nama yang ada itu punya kans baik, tinggal lihat konstelasi dan perkembangannya," ujar Tate sembari menambahkan komunikasi dengan dua nama yang disebut terakhir bisa dibilang intensif.

Apabila boleh memilih, kata Deddy, dirinya akan fokus untuk menuntaskan jabatannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. "Tapi, saya tidak tahu proses politik dan realitas berbeda. Saya sih mengalir saja. Jadi ketua RT ayo, biasa-biasa saja. Nikmati saja. Yang penting di mana langkah kita itu ada manfaat, itu saja," papar Deddy yang memaparkan seluruh tawaran itu sudah disampaikannya kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Tate mengungkapkan, PKS juga terus berupaya membuka komunikasi dengan partai-partai lain untuk berkoalisi. Posisi PKS saat ini memang tidak memungkinkan untuk mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta secara mandiri. "Harus berkoalisi karena kurang (raihan suaranya)," imbuh Tate.

Untuk mewujudkan koalisi tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta sudah bersilaturahmi dengan pengurus partai lain. "Dengan Gerindra sudah silaturahmi. Ke PDI Perjuangan sudah mengajukan surat silaturahmi tapi belum ada respon. Ke partai lain juga tetap berjalan," papar Tate.

PKS berharap DKI Jakarta bisa mendapatkan seorang pemimpin yang tegas tapi penuh dengan kesantunan. "Butuh yang tegas tapi juga memberi rasa kasih sayang pada masyarakat," ujar Tate soal kualifikasi calon yang dibakal diusungnya pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017 mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon