Deklarasi Wilayah Kurdi Perkeruh Perundingan Damai Suriah
Jumat, 18 Maret 2016 | 00:37 WIB
Jenewa – Perundingan damai untuk mengakhiri konflik brutal lima tahun di Suriah diguncang oleh ketidakpastian dengan kedatangan kelompok oposisi kedua dan deklarasi wilayah otonom Kurdi Suriah, Kamis (17/3).
Juru runding Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Staffan de Mistura untuk pertama kalinya bertemu dengan delegasi termasuk Kelompok Moskow, yang menuntut kesetaraan yang sama di meja perundingan, di Jenewa, Rabu (16/3) malam waktu setempat.
Tapi langkah itu menjadi perdebatan hangat oleh pejabat oposisi Komite Tinggi Negosiasi (HNC) – yang terdiri atas faksi-faksi oposisi politik dan kelompok bersenjata yang bergabung dalam pasukan di Riyadh, pada Desember lalu.
HNC dijadwalkan melakukan rapat resmi kedua dengan de Mistura, Kamis, di mana mereka diperkirakan bersikukuh menuntut permintaan untuk tetap ada satu-satunya perwakilan oposisi dalam perundingan itu.
"Itulah salah satu poin paling penting," kata seorang diplomat Barat kepada AFP.
Masuknya Kelompok Moskow dalam perundingan, bersama dengan kelompok Kairo dan Istana ini diawali dengan keputusan mengejutkan Rusia pada pekan ini yang akan menarik sebagian besar pasukannya dari Suriah, di mana mereka sudah bertempur memberi dukungan kepada Presiden Bashar al-Assad.
Pemerintah Barat juga menyuarakan harapannnya soal penarikan pasukan, yang diperkirakan akan selesai di akhir pekan ini.
Namun Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya dapat meningkatkan kehadirannya lagi, jika diperlukan dalam hitungan beberapa jam.
Sedangkan di Jenewa, masih belum diketahui dengan jelas dampak masuknya kelompok pro-Moskow ini di perundingan damai atau apakah itu adalah sikap de Mistura terhadap Rusia setelah penarikan mundur pasukan dari Suriah.
PBB bahkan tidak memberikan penjelasan apa yang akan diperankan oleh Kelompok Moskow dalam perundingan, tetapi salah satu ketuanya yang bernama Randa Kassis mengatakan kepada wartawan kelompoknya datang ke Jenewa sebagai delegasi perundingan, Rabu.
Jihad Makdissi, anggota dari Kelompok Kairo mengatakan kepada AFP, Kamis bahwa "Kami akan duduk di meja perundingan sebagai dua delegasi (oposisi)." Dia menambahkan bahwa de Mistura suda sepakat untuk bertemu lag dengan delegasi baru dalam beberapa hari mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




