Bangun Gedung Perpustakaan, Argumen DPR Dinilai Tidak Jelas
Senin, 28 Maret 2016 | 20:28 WIB
Jakarta - Peneliti Senior Formappi Lucius Karus menilai DPR tidak mempunyai argumentasi yang jelas dalam membangun Gedung Perpustakaan terbesar se-Asia. Lucius menilai DPR hanya mau gagah-gagahan dengan kebanggaan semunya.
"Lucu bahwa yang terdiri pertama kali soal kebanggaan semu jika DPR mempunyai perpustakaan terbesar se-asia. Ini kok, kesannya hanya gagah-gagahan penampilan fisik semata," ujar Lucius di Jakarta, Senin (28/3).
Lucius mempertanyakan relevansi keberadaan perpustakaan dengan membanggakan ukurannya. Menurutnya, kebutuhan akan perpustakaan tentu akan didukung jika perpustakaan yang sekarang ini menunjukkan ketidakmemadaiannya untuk menampung anggota DPR yang datang membaca.
Selain itu, katanya juga akan didukung jika perpustakaan sudah menjadi rujukan atau referensi bagi DPR dalam menambah wawasan.
"Yang terjadi saat ini DPR jarang sekali mendatangi perpustakaan. Bukan karena perpustakaannya tak memadai tetapi karena mental malas membaca yang bisa jadi memasukkan seluruh anggota DPR," tandas dia.
DPR, kata dia condong lebih langsung studi banding di luar negeri daripada membolak-balik buku di perpustakaan yang sangat membosankan. Menurutnya, kengototan membangun perpustakaan ini sekali lagi menunjukkan watak proyek semata dari DPR.
"Ngapain bangun yang gede jika nanti hanya menjadi semacam museum bukunya yang selalu sepi dari kehadiran pengunjung dari anggota DPR. Bukan soal kegunaan yang menjadi alasan tetapi bahwa duit Rp 570 miliar sudah tersedia dan harus dihabiskan," ungkap dia.
Lebih lanjut, Lucius menilai rencana DPR membangun perpustakaan menggunakan anggaran gedung baru perlu diawasi secara ketat oleh KPK. Pasalnya, ada ketidakjelasan dalam perencanaan terkait perpustakaan ini. Dalam rancangan awal Tim Implementasi Reformasi DPR, perpustakaan merupakan proyek sendiri yang terpisah dari bangunan gedung baru DPR.
"Juga penting untuk memastikan apakah proyek perpustakaan ini yang dianggarkan dalam APBN 2016 atau pembangunan perpustakaan ini mengambil jatah anggaran untuk proyek gedung baru?" ungkap dia.
"Saya kira dengan munculnya rencana beragam dari DPR memanfaatkan anggaran Rp 570 miliar, maka mutlak bagi DPR untuk membuka rancangan design kompleks DPR yang disiapkan," kata dia menambahkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




