Sekjen PDIP: Pendidikan Kader Pupuk Kesadaran Kolektif

Jumat, 1 April 2016 | 23:06 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan pidato pengarahan dalam acara Pendidikan Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dengan tema
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan pidato pengarahan dalam acara Pendidikan Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dengan tema "Membangun Kader Ideologis dan Militan untuk Mewujudkan Tri Sakti Berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945" di Wisma Sejahtera III, Sleman, Yogyakarta, Jumat (1/4/2016). (Istimewa/Istimewa/Asni Ovier)

Sleman - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus menggenjot kaderisasi dengan cara meningkatkan pendidikan kader. Hal yang ditekankan dalam pendidikan tersebut adalah membangun kesadaran kolektif ideologis, sehingga PDIP ke depan bisa konsisten dengan partai yang berwajah kerakyatan.

Hal itu dikatakan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan pidato pengarahan dalam acara pendidikan kader pratama DPC PDIP Kota Yogyakarta dengan tema "Membangun Kader Ideologis dan Militan untuk Mewujudkan Tri Sakti Berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945" di Wisma Sejahtera III, Sleman, Yogyakarta, Jumat (1/4).

"Berdisiplin sebagai kader pelopor sangat penting ditekankan, sehingga bisa menggerakkan mesin partai melalui kaderisasi dan pendidikan kader. Cara ini sekaligus menjadi jawaban bagi PDIP dalam menghadapi perlunya menciptakan kader pemimpin ke depan yang bisa menjadikan wajah partai tidak saja berorientasi pada kekuasaaan. Karena, sejatinya partai harus bisa menampilkan wajah yang membangun peradaban, yakni wajah keberpihakan atas apa yang dihadapi rakyat," kata Hasto.

Dia menjelaskan, dengan pendidikan kader yang dilakukan dengan suasana dan di tempat yang bernuansa kerakyatan ini diharapkan bisa menjadi spirit kader mendapatkan inspirasi perjuangan yang sudah dilakukan Bung Karno dalam mendirikan bangsa ini serta perjuangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang gigih mengorganisasi rakyat.

"Kita ingin mewujudkan kader yang mampu menjadikan partai sebagai wadah pengorganisasian rakyat dalam perjuangan ideologi, di mana masih banyak rakyat yang menghadapi kemiskinan dan penjajahan perekonomian," ujarnya. Dalam kondisi rakyat kecil yang seperti itu, ujar Hasto, kader PDIP harus hadir bersama mereka melakukan pendampingan dan advokasi dengan semangat kolektifitas dan prinsip gotong-royong.

"Ini bagian dari mata rantai PDIP memperbaiki diri. Inilah respons PDIP dalam menjawab kritik atas kondisi partai secara umum belakangan ini," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon