Pengusaha AS Tertarik Lakukan Investasi di Jatim
Rabu, 6 April 2016 | 12:38 WIB
Surabaya- Sebanyak 22 perusahaan Amerika Serikat (AS) tertarik melakukan investasi di Jawa timur (Jatim). Hal tersebut terungkap saat Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake dan sejumlah delegasi pengusaha AS menemui Gubernur Jatim, Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (22/03).
Menurut Dubes Blake, kunjungan ke Jatim, merupakan kunjungan dengan jumlah delegasi terbesar di Indonesia. Ini karena pengusaha AS melihat Jatim, sebagai pasar potensial. Infrastruktur Jatim sudah berkembang, SDM maju, dan pertumbuhan ekonomi Jatim yang sangat pesat juga menjadi alasan kuat kunjungan delegasi pengusaha AS ke Jatim.
"Jatim adalah salah satu provinsi yang memiliki peran ekonomi paling penting di Indonesia, dengan kelas menengah yang terus tumbuh di atas rata-rata. Saya harap kunjungan ini dapat meningkatkan hubungan antara Indonesia dan AS", ujar Blake.
Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, peluang investasi dan kerjasama pengusaha AS di Jatim, dilakukan di berbagai bidang. Di antaranya infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta keamanan dan ketertiban. Bidang infrastruktur, seperti pelabuhan, pengadaan double track untuk kereta api serta perhubungan udara.
Bidang pendidikan yakni vokasional, bertujuan untuk mengurangi pengangguran. Bidang kesehatan juga menjadi fokus karena produktivitas pekerja tergantung dari tingkat kesehatan. Sedangkan bidang keamanan dan ketertiban akan diperkuat agar investasi menjadi aman dan nyaman.
Kunjungan delegasi pengusaha AS ke Jatim ini tidak hanya fokus soal perdagangan, tetapi juga untuk meingkatkan hubungan kedua belah pihak. Pada kunjungan kali ini juga akan diadakan pertemuan match making, antara pengusaha AS dengan pengusaha dari Jatim.
Dalam kunjungannya kali ini Dubes Blake didampingi Konsul Jenderal AS di Surabaya, Heather Variava dan perwakilan dari Kantor Perdagangan Luar Negeri AS (U.S. Foreign Commercial Service). Sedangkan 31 delegasi yang terdiri dari perwakilan 22 Perusahaan AS, yakni 3M, AECOM, Asian Tigers Mobility, Colliers International, PT. Dow Indonesia, EBD Bauer, Edelman Indonesia, Entrust Datacard Corp, ExxonMobil Cepu Limited, FEDEX, Fluidic Energy, GE, GlaxoSmithKlein, Honeywell, IBM, Johnson & Johnson, Lockheed Martin, Mead Johnson, Mercer, Spire Global, TransFast dan USABC.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




