Dieng Dinilai Layak sebagai Geopark Kelas Dunia

Jumat, 8 April 2016 | 19:11 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Sejumlah wisatawan menyaksikan ritual potong rambut Gimbal saat dilangsungkan Dieng Culture Festival (DCF)-6 di komplek candi Arjuna kawasan dataran tinggi Dieng, Batur, Banjarnegara, Jateng, 2 Agustus 2015.
Sejumlah wisatawan menyaksikan ritual potong rambut Gimbal saat dilangsungkan Dieng Culture Festival (DCF)-6 di komplek candi Arjuna kawasan dataran tinggi Dieng, Batur, Banjarnegara, Jateng, 2 Agustus 2015. (Antara/Anis Efizudin)

Wonosobo - Kawasan dataran tinggi Dieng di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dengan Banjarnegara, Jawa Tengah layak masuk sebagai geopark atau taman bumi kelas dunia, kata peneliti dari Badan Geologi Bandung, Priatna.

"Taman bumi kini tengah tren dengan sebutan geopark, dan di Indonesia baru ada dua yang berkelas dunia, yakni Kaldera Batur di Gunung Batur Bali dan Gunungsewu Gunungkidul, Yogyakarta," katanya di Wonosobo, Jumat (8/4).

Dataran tinggi Dieng diakui banyak pihak memiliki sejuta pesona. Bagi wisatawan menjadi magnet yang mampu membuat mereka seolah tidak pernah puas mendatanginya, dan bagi ilmuwan sebagai laboratorium raksasa yang siap digali beragam isinya.

Kandidat doktor bidang geologi di Universitas Padjajaran Bandung itu mengaku sejak 1991 berinteraksi dengan Dieng dan akhirnya jatuh cinta dengan sejuta pesonanya.

"Awalnya tidak tahu ada Dieng, tetapi sewaktu masih mahasiswa S1 diajak teman ke sini, dan ternyata sejak itu berasa tidak bisa lepas lagi," ucapnya.

Ia menuturkan dari berbagai penelitian mengenai sisi akademis Dieng, dia memilih fokus pada potensi gas beracunnya.

"Kasus gas beracun yang terjadi pada 1979, di mana ratusan warga akhirnya menjadi korban karena ketidaktahuan mereka, menggugah saya untuk melakukan eksplorasi lebih dalam di Dieng," tutur penulis buku Pesona Bumi Dieng itu.

Ia berharap penelitiannya yang juga telah dibukukan sebagai tesis pada saat menempuh pendidikan magister geologi itu bisa dimanfaatkan untuk menanggulangi bahaya gas beracun.

"Disertasi saya di S3 ini pun, masih soal gas beracun," ungkapnya.

Menurut dia Dieng sudah sangat layak masuk sebagai geopark sekelas Batur dan Gunungsewu.

"Oleh karena itu hari ini kami menemui Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo untuk membahas lebih detail," tuturnya.

Gagasan menjadikan Dieng sebagai taman bumi mendapat sambutan positif Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo.

Ia mengaku siap memfasilitasi upaya sosialisasi yang bakal dilakukan. Ia menuturkan dengan status sebagai geopark yang diakui UNESCO Global Geopark (UGG), Dieng akan semakin ramai dengan kunjungan para akademisi, baik domestik maupun dari mancanegara.

"Status sebagai geopark juga bakal melindungi keanekaragaman hayati beserta ekosistem lingkungan Dieng," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon