Satu Anggota Kelompok Santoso Dikabarkan Tewas

Senin, 25 April 2016 | 11:11 WIB
JL
B
Penulis: John Lory | Editor: B1
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri berjaga di gerbang masuk dan keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri berjaga di gerbang masuk dan keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki

Palu-Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) belum memberikan keterangan resmi terkait satu korban tewas anggota kelompok sipil bersenjata, pascakontak tembak antara pasukan TNI-Polri dan kelompok bersenjata pimpinan Santoso, di Desa Patiwunga Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sabtu (24/4).

"Keterangan lengkap akan kami berikan setelah data-data lengkap terkumpul," kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto, Senin (25/4).

Selain satu korban tewas, Kepolisian juga belum memberikan keterangan detail identitas dua anggota kelompok Santoso yang menyerahkan diri kepada pasukan Satgas Tinombala pada Jumat (22/4).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pasukan TNI-Polri berhasil menembak mati seorang terduga anggota kelompok sipil bersenjata di Desa Patiwunga Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, pada Sabtu (24/4), sekitar pukul 17.30 WITA.

Menurut sumber yang enggan disebutkan, mengatakan, kontak senjata terjadi saat sekitar empat orang tak dikenal (OTK) turun gunung dan memasuki kampung di Desa Patiwunga. Melihat kehadiran empat OTK, warga kemudian melaporkannya kepada aparat yang bersiaga di pos pengamanan di desa itu.

Berdasarkan laporan warga tersebut, pasukan kemudian langsung merespon dengan melakukan pengejaran, hingga terjadi kontak tembak dan menewaskan seorang dari anggota kelompok itu. Sementara tiga orang lainnya berhasil melarikan diri ke hutan.

"Satu orang tewas, tiga lainnya masih dikejar. Mereka lari ke hutan," ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Meski belum ada keterangan resmi dari kepolisian, namun korban tewas diketahui bernama Mustafa alias Ibrahim warga negara asing yang berasal dari Uighur, Tiongkok.

Sementara itu, Hari Suprapto juga membenarkan, dua anggota kelompok Santoso telah menyerah diri pada Jumat (22/3).
Diketahui, kedua DPO yang menyerahkan diri itu diidentifikasi berinisial DG alias A dan IM alias PK. Keduanya menyerahkan diri kepada Satgas Tinombala di dua tempat berbeda yakni DG alis A di Kota Poso sekitar pukul 16.00 WITA, sedang IM alias PK menyerahkan diri di Dusun Tamanjeka Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir sekitar pukul 18.30 WITA.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui alasan dua DPO anggota Santoso itu menyerahkan diri. Namun, sejak sekitar dua bulan terakhir, pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam operasi Tinombala 2016 terus melakukan pengejaran dan penyekatan di wilayah pegunungan Poso, sehingga kelompok itu semakin terdesak dan kelaparan akibat kehabisan pasokan logistik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon