Puluhan Hektare Padi Terendam, Petani Batanghari Panen Dini
Jumat, 29 April 2016 | 10:36 WIB
Jambi - Banjir akibat luapan Sungai Batanghari yang melanda puluhan areal sawah di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi mengakibatkan sebagian besar tanaman padi petani siap panen terancam rusak. Menghindari kegagalan panen akibat banjir tersebut, para petani di daerah itu pun terpaksa melakukan panen dini.
"Sekitar 28 hektare (ha) tanaman padi di Kecamatan Pemayung, Batanghari terpaksa dipanen secara dini akibat terendam banjir. Padi tersebut terendam banjir sudah dua pekan ketika padi mulai menguning. Kalau tidak dipanen secara dini, padi tersebut bakal membusuk karena hingga kini banjir masih merendam padi hingga buahnya tenggelam," kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Batanghari, Isnen di Muarabulian, Batanghari, Jumat (29/4).
Menurut Isnen, tanaman padi siap panen yang terendam total akibat banjir terdapat di Desa Senaning, Kecamatan Pemayung. Para petani masih melakukan panen dini tanaman padi mereka yang terendam. Panen padi dilakukan menggunakan sampan karena ketinggian banjir mencapai satu meter.
"Akibat banjir yang cukup tinggi, petani hanya dapat memanen sekitar 60 persen padi mereka. Sisanya terpaksa dibiarkan karena padi sudah mulai membusuk. Bila banjir masih bertahan hingga sepekan mendatang, panen dini padi di Batanghari bakal meluas. Untuk saat ini hanya petani di Kecamatan Pemayung yang melakukan panen dini," tutur Isnen.
Selain panen dini, banjir di Batanghari, lanjut Isnen, program pencetakan 500 ha sawah baru di Batanghari juga terbengkalai. Pencetakan sawah tersebut dilakukan dengan melibatkan prajurit TNI. Pencetakan sawah tersebut sudah dimulai dilaksanakan di Desa Peninjauan, Kecamatan Marosebo Ulu. Namun pencetakan sawah terpaksa dihentikan akibat banjir.
Sementara itu ratusan warga Desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci dan warga beberapa desa di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi yang sempat mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang desa mereka sudah mulai kembali ke rumah, Jumat (29/4). Namun warga desa belum bisa melakukan aktivitas sehari-hari karena mereka masih melakukan pembersihan rumah yang terendam lumpur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci, Evi Rasmianto mengatakan, banjir bandang yang melanda beberapa desa di dua kecamatan di Kerinci, Rabu-Kamis (27-28/4) disebabkan meluapnya Sungai Batangmerao. Luapan sungai tersebut terjadi akibat hujan deras yang turun di daerah itu sejak awal pekan ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




