Sekutu Rouhani Berusaha Kendalikan Parlemen

Sabtu, 30 April 2016 | 00:49 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Presiden Iran terpilih Hassan Rouhani, pada 2013.
Presiden Iran terpilih Hassan Rouhani, pada 2013. (AFP Photo/Aamir Qureshi)

Robat Karim – Warga Iran tengah memberikan suaranya dalam pemilihan umum (pemilu) putaran kedua untuk memperebutkan seperempat kursi parlemen, Jumat (29/4). Ini adalah pertarungan politik terbaru antara kelompok reformis dan konservatif yang berusaha memengaruhi masa depan negara.

Tempat-tempat pemungutan suara (TPS) telah dibuka, Jumat, sejak pukul 08.00 waktu setempat, untuk pemilu putaran kedua yang dilaksanakan di 21 provinsi, kecuali di ibu kota Iran, Teheran. Pemilu kali ini akan memperebutkan 68 dan 290 kursi parlemen.

Sekitar 17 juta warga dapat mengikuti pemilu karena tidak ada kandidat dalam daerah pemilihan yang diperebutkan untuk memenangkan minimum 25% suara yang diperlukan di putaran pertama.

Menurut jadwal, proses pemungutan suara akan berakhir pukul 18.00 waktu setempat, dan hasilnya diperkirakan keluar, pada Minggu (1/5).

Salah seorang warga di kota Robat Karim, sebelha barat daya Teheran, Mehdi Saadatmandi mengatakan dirinya datang ke TPS untuk menyelesaikan apa yang telah dilakukan di putaran pertama.

"Jika perekonomian teratasi, politik juga akan teratasi, dan jika parlemen ini sejalan dengan pemerintahan maka segalah hal akan bergerak maju jauh lebih baik," kata pria berusia 50 tahun, yang memberikan suaranya kepada kelompok reformis.

Selain itu, hasil jajak pendapat akan memutuskan siapa yang memiliki kekuatan paling besar pada saat para anggota parlemen dilantik, bulan depan. Apakah hasilnya akan membuka atau menutup jalur pada perubahan sosial dan politik terbatas di negara republik Islam ini.

Adapun pelaksanaan pemungutan suara terjadi hanya enam pekan setelah implementasi Teheran terhadap perjanjian nuklir dengan kekuatan dunia yang berujung pada pencabutan sanksi ekonomi, yang sejak lama dituding menjadi penyebab pincangnya perekonomian di negara itu.

Di sisi lain, kelompok reformis bersekutu dengan pemerintahan Presiden Iran Hassan Rouhani dan mereka telah memperoleh keuntungan besar dalam putaran pertama pemungutan suara, pada 26 Februari. Kelompok ini menginginkan Iran membuka diri terhadap investasi asing, mendukung langkah-langkah pemulihan hubungan diplomatik yang besar dan mengupayakan reformasi sosial di dalam negeri.

Sedangkan kelompok konservatif telah kehilangan puluhan anggota parlemen di putaran pertama, dan tersingkir di Teheran, di mana kelompok reformis berhaisl mengambil seluruh 30 kursi. Kelompok itu, meliputi orang-orang yang bersuara vokal menentang perjanjan nuklir, yang akan membatasi program atom Iran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon